Headline.co.id, Jakarta ~ Delegasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang HSBC Indonesia Business Case Competition 2026. Tim yang dikenal dengan nama Bullseye Consulting ini terdiri dari empat mahasiswa, yaitu Ryothama Patriasmara (Economics IUP 2024), Wilma Juliana Margaretha Aguw (Management IUP 2024), Dinda Keira Rosaline (Management IUP 2024), dan Immanuel Andrew Tambunan (Akuntansi 2024). Mereka berhasil meraih posisi 1st Runner-up dalam kompetisi tersebut.
Kompetisi ini merupakan ajang tahunan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PT Bank HSBC Indonesia bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation. Acara berlangsung selama lima hari, dari 24 hingga 28 April 2026, di Jakarta. Selama kompetisi, peserta harus melalui empat babak. Babak pertama diikuti oleh 23 tim dari seluruh Indonesia yang kemudian disaring menjadi 12 tim. Pada babak kedua, dilakukan seleksi melalui presentasi hingga tersisa 6 tim. Babak semifinal melibatkan sesi debat antartim, dan sesi final menuntut peserta menyelesaikan kasus yang dipresentasikan di hadapan petinggi HSBC.
Immanuel, salah satu anggota Tim Bullseye Consulting, berbagi pengalamannya selama mengikuti kompetisi ini. Menurutnya, tahap semifinal merupakan bagian paling menantang karena menghadirkan model baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini pertama kali boardroom challenge (debat) dilaksanakan di lomba ini. Oleh karena itu, seluruh lomba, terhitung panitia dan peserta, tidak terlalu terbiasa dengan teknisnya. Kami sempat ragu dan bingung cara apa yang terbaik untuk lolos tahap ini. Jadi, kami bikin aturan sendiri di dalam tim, seperti menulis pertanyaan sebelum diajukan ke tim lawan,” ujarnya, Jumat (8/5).
Pada sesi final, Tim Bullseye dihadapkan pada kasus terkait industri hiburan internasional. Mereka memberikan solusi dengan strategi pengembangan produk dan pemasaran. Immanuel menambahkan bahwa pengalaman ini merupakan perjalanan penuh tantangan dan pembelajaran. “Rasanya semua effort kita nggak sia-sia dan itu ngasih kita rasa percaya diri dan respect terhadap apa yang sudah kita lakukan bersama sebagai tim,” ungkapnya.
Selama kompetisi, tim FEB UGM mendapatkan bimbingan dari Career and Student Development Unit (CSDU) FEB UGM dan didampingi oleh dosen pembimbing, yaitu Azellia Alma Shafira, S.E., M.Sc., Rocky Adiguna, S.E., M.Sc., Ph.D., Dr. Gunawan Wibisono, S.E., M.Acc., CA., dan Bita Puspitasari, S.E., M.Econ. Mentoring dilakukan 2-3 kali seminggu bersama dosen FEB, mentor dari HSBC, dan alumni pemenang tahun sebelumnya. Fokus mentoring adalah case solving, public speaking, dan industry knowledge yang berlangsung selama 2,5 bulan hingga hari kompetisi tiba.
Azellia, sebagai dosen pembimbing, menjelaskan bahwa persiapan untuk kompetisi ini melalui tahapan yang panjang. Proses pemilihan delegasi UGM dimulai sejak November–Desember tahun sebelumnya oleh organisasi Gadjah Mada Business Case Club (GMBCC) yang mengadakan seleksi internal khusus untuk kompetisi ini. “Selain prestisius, HSBC Business Case ini unik karena memiliki skema tersendiri, di antaranya tidak menggunakan PowerPoint untuk presentasi, sepenuhnya memakai bahasa Inggris, dan kasus yang diberikan merupakan real industry case yang harus dipecahkan dalam waktu 3 jam sebelum presentasi,” ungkap Azellia.
Azellia juga menyampaikan rasa bangga atas capaian tim FEB UGM yang berhasil mempertahankan posisi juara selama 8 tahun berturut-turut. Menurutnya, delegasi kali ini memiliki kepercayaan diri, kemampuan analisis yang kuat, dan kemauan belajar yang tinggi. Ia berharap dukungan dari fakultas tetap dipertahankan agar para delegasi dapat berlatih secara maksimal. Selain itu, ia berharap pendampingan juga difokuskan pada pengembangan soft skill, terutama dalam membangun ketahanan mental (resilience).


















