Headline.co.id, Banyumas ~ Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya kebijakan pemerintah yang berlandaskan pada prinsip memanusiakan manusia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Nusantara Young Leaders di Banyumas, Jawa Tengah. Dalam sesi bertajuk “Total Politik”, Nusron menegaskan bahwa pendekatan kemanusiaan dan keadilan harus menjadi dasar dalam penyelesaian masalah pertanahan di Indonesia.
Nusron Wahid menjelaskan bahwa kebijakan yang baik tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Semua kebijakan ini harus memanusiakan manusia. Kita tempatkan manusia sebagai prioritas utama dalam setiap penyelesaian masalah,” ujar Nusron Wahid di hadapan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers yang diterima pada Minggu (26/4/2026).
Lebih lanjut, Nusron menyatakan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari program yang dijalankan, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Prinsip kebermanfaatan, menurutnya, menjadi faktor penentu keberlanjutan suatu kebijakan.
Nusron Wahid juga menekankan pentingnya menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam setiap layanan pemerintah. Ia mengingatkan bahwa pemimpin yang mempersulit rakyat berpotensi menghadapi konsekuensi moral, sementara mereka yang mempermudah akan memperoleh kepercayaan publik.
Dalam forum tersebut, Nusron Wahid mendorong mahasiswa untuk tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah. Namun, ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan harus memiliki tujuan yang jelas dan konstruktif demi kemajuan bangsa. “Berkritik itu kewajiban mahasiswa, tetapi harus tahu arah dan tujuan kritiknya untuk negeri,” tegasnya.
Acara Nusantara Young Leaders yang mengusung tema “Mencetak Negarawan, Membangun Peradaban” ini juga menghadirkan Sudaryono sebagai penggagas acara. Diskusi dipandu oleh kreator konten Arie Putra dan Budi Adiputro, serta diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus. Melalui forum ini, pemerintah berharap generasi muda dapat memahami arah kebijakan nasional sekaligus berperan aktif dalam mengawal pembangunan yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.























