Headline.co.id, Bupati Siak ~ Afni Zulkifli, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam mempercepat pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis maritim. Pernyataan ini disampaikan seiring dengan masuknya investasi swasta di kawasan strategis yang terletak di Kecamatan Sungai Apit tersebut. KITB memiliki posisi strategis karena terhubung langsung dengan Selat Malaka dan berhadapan dengan Malaysia serta Singapura. Kawasan ini dirancang sebagai kawasan industri komersial terpadu yang didukung kemudahan perizinan dan iklim investasi yang kompetitif.
“Kawasan Industri Tanjung Buton merupakan harta karun tersembunyi yang dimiliki Kabupaten Siak. Karena itu, kawasan ini harga mati untuk terus dikembangkan, perlahan-lahan mulai kita benahi,” ujar Afni pada Rabu, 22 April 2026. Ia menjelaskan bahwa KITB memiliki infrastruktur pendukung berupa dermaga bertaraf internasional dengan jalur pelayaran yang memungkinkan dilintasi kapal tanker berbadan besar. Keunggulan ini menjadikan KITB berpotensi sebagai pintu gerbang distribusi komoditas, baik dalam negeri maupun lintas negara.
Sebagai langkah konkret pengembangan kawasan, PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) telah menanamkan investasi lebih dari Rp300 miliar untuk pembangunan galangan kapal terpadu, dengan realisasi tahap awal mencapai lebih dari Rp100 miliar. Selain pembangunan galangan kapal, perusahaan tersebut juga membuka akses jalan sepanjang 1,2 kilometer guna mendukung kelancaran transportasi di dalam kawasan industri.
Afni menyebutkan bahwa pembangunan galangan kapal ini diproyeksikan menjadi pusat layanan perbaikan dan pembangunan kapal terbesar di Sumatera, sekaligus menjadi investasi perdana pada tahun pertama masa kepemimpinannya. Menurutnya, kehadiran investasi di KITB diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita punya mimpi yang besar, KITB ini bisa tumbuh maju. Namun kita tidak bisa jalan sendiri, kita butuh investasi termasuk dukungan pemerintah pusat baik berupa anggaran dan juga fasilitasi dengan calon investor,” kata Afni. Ia juga menekankan pentingnya pembenahan kawasan industri secara menyeluruh, mulai dari penataan kawasan hingga percepatan layanan perizinan untuk memberikan kepastian hukum bagi investor.
“Saya meminta agar kawasan ini ditata ulang. Investasi dipermudah, proses izin dipercepat, aturan hukumnya diperjelas, agar investor tidak ragu dan memiliki kepastian berinvestasi di sini,” tegasnya. Melalui penguatan infrastruktur dan kemudahan investasi, Pemkab Siak optimistis KITB akan berkembang menjadi jantung ekonomi sektor maritim serta pusat pertumbuhan baru yang kompetitif di wilayah pesisir Sumatera.



















