Headline.co.id, Kutai Timur ~ Kutai Timur. Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, memimpin langsung kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas yang berlangsung pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta langkah antisipasi terhadap berbagai isu yang berkembang di wilayah Kutai Timur. Beberapa isu lokal dan nasional yang menjadi perhatian adalah rencana aksi unjuk rasa pada 21 April 2026 di DPRD dan Pemprov Kaltim, serta agenda peringatan Hari Buruh (May Day) 2026 oleh DPC PPMI Kabupaten Kutai Timur.
Selain itu, kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kutim juga dibahas. Meskipun terjadi kenaikan harga BBM non subsidi secara nasional, ketersediaan BBM di Kutim masih aman dan tercukupi. Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan adanya panic buying maupun antrean panjang yang signifikan di SPBU. Isu lain yang dibahas adalah tingginya angka kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai 219 kasus sejak Januari hingga April 2026, perkembangan konflik agraria, perselisihan industrial di wilayah Bengalon, serta update program strategis di daerah.
AKBP Fauzan Arianto menekankan pentingnya langkah deteksi dini dan penggalangan terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas, khususnya menjelang peringatan May Day dan rencana aksi unjuk rasa. “Saya tekankan kepada jajaran Sat Intelkam untuk terus melakukan deteksi dini terhadap setiap perkembangan situasi, baik isu lokal maupun nasional. Kita harus mampu mengantisipasi potensi gangguan sejak awal agar situasi tetap aman dan kondusif,” jelas AKBP Fauzan.
Kapolres juga menginstruksikan Bag Ops untuk segera menyiapkan surat perintah pengamanan terkait kegiatan aksi maupun peringatan May Day. Ia meminta seluruh jajaran Polres dan Polsek untuk menyiapkan langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing. “Setiap satuan kerja agar segera melaksanakan anev internal dan menindaklanjuti hasil rapat hari ini. Apa yang menjadi atensi harus dijalankan secara optimal agar kinerja kita semakin maksimal,” ujarnya.
Selain itu, Kapolres menyoroti maraknya aktivitas illegal logging dan meminta jajaran untuk meningkatkan upaya preemtif, preventif, serta penegakan hukum guna menekan praktik tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan personel dalam pengamanan unjuk rasa, termasuk memastikan kondisi kesehatan, logistik, serta sarana dan prasarana yang memadai. “Kita pastikan seluruh personel yang terlibat pengamanan dalam kondisi siap, baik fisik maupun perlengkapan, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ungkapnya.





















