Headline.co.id, Banda Aceh ~ Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal Z.A, mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial mengenai penanganan lumpur pascabanjir di Aceh. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menyerah dan proses pembersihan terus berlangsung dengan intensif, menunjukkan kemajuan signifikan di lapangan.
Safrizal menjelaskan bahwa pernyataannya yang menyebut kondisi penanganan “berat” telah disalahartikan oleh beberapa pihak. Menurutnya, istilah tersebut menggambarkan tantangan di lapangan yang memerlukan kerja ekstra, bukan menunjukkan keputusasaan. “Berat bagi kami berarti harus bekerja lebih keras dan tetap pantang menyerah. Ini bukan pekerjaan instan, tetapi proses yang terus kami tuntaskan dengan semangat positif,” ujar Safrizal di Banda Aceh, Jumat (10/4/2026).
Ia memaparkan bahwa dari total 519 titik terdampak yang menjadi target penanganan, sebanyak 480 lokasi telah berhasil dibersihkan secara menyeluruh. Sementara itu, 39 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan, terutama di kawasan permukiman padat dan saluran drainase sempit yang memerlukan penanganan manual secara detail.
Untuk mempercepat penyelesaian, Satgas terus memperkuat dukungan personel di sejumlah wilayah prioritas. Di Aceh Tamiang, personel Praja IPDN turut dikerahkan untuk membantu pembersihan fasilitas umum dan lingkungan warga agar segera dapat difungsikan kembali. Selain itu, program Cash for Work (Padat Karya) Tahap II juga terus berjalan dengan melibatkan masyarakat terdampak. Di Kabupaten Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program tersebut melibatkan 392 peserta.
“Komposisinya terdiri dari 300 warga, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta 12 personel TNI/Polri. Tahap pertama sudah berlangsung 6–8 April dan akan dilanjutkan kembali pada 14–17 April. Ini menunjukkan sinergi nyata pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.
Safrizal juga memastikan bahwa penanganan infrastruktur vital dan jalan nasional pada tahap pertama telah rampung 100 persen sejak Januari lalu. Saat ini, fokus Satgas diarahkan pada percepatan pembersihan lingkungan permukiman warga agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang terpotong atau menyesatkan di media sosial. “Data yang kami sampaikan adalah fakta di lapangan. Kami akan terus bekerja hingga seluruh titik benar-benar tuntas. Mari tetap optimis menyongsong tahap rehabilitasi dan rekonstruksi berikutnya,” pungkas Safrizal.
Pemerintah berharap percepatan penanganan lumpur pascabanjir ini dapat menjadi fondasi awal menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih menyeluruh, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak di berbagai wilayah Aceh.



















