Headline.co.id, Batang ~ Proyek peningkatan kualitas jalan di jalur utama pantura Jawa Tengah terus digenjot. Memasuki pekan pertama April 2026, pekerjaan preservasi jalan di ruas Pekalongan – Batang – Plelen menunjukkan perkembangan positif dengan capaian fisik mencapai 15 persen dari total kontrak. Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga, mengingat jalur ini merupakan jalur vital bagi logistik dan transportasi masyarakat di pesisir utara.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Jawa Tengah, Ridwan Umbara, menyatakan bahwa tim di lapangan bekerja keras untuk mengejar target fungsional. Dari total rencana penanganan sepanjang 17 kilometer, beberapa titik telah selesai dikerjakan sebelum masa mudik Lebaran lalu. “Untuk total paket preservasi Pekalongan – Batang – Plelen ini sepanjang 17 kilometer. Sampai sebelum Lebaran, yang sudah dikerjakan sekitar 2,6 kilometer,” ujarnya saat ditemui di Jalan Pantura Batang, Kabupaten Batang, Senin (6/4/2026).
Ridwan menambahkan, pihaknya tidak ingin mengendurkan ritme kerja. Target baru telah ditetapkan untuk diselesaikan sebelum akhir bulan ini. Ada tambahan pekerjaan sepanjang 1,8 kilometer yang kini sedang digarap secara intensif. “Target sampai akhir April nanti bisa bertambah sekitar 1,8 kilometer lagi. Jadi totalnya sekitar 4,5 kilometer yang terealisasi. Sesuai jadwal, seluruh rangkaian proyek ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada pertengahan 2027,” jelasnya.
Ridwan optimistis bahwa peralihan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau akan menjadi momentum yang baik bagi para pekerja di lapangan untuk melakukan percepatan. Minimnya kendala hujan memungkinkan pengerjaan konstruksi, terutama pengaspalan dan pembetonan, berjalan lebih presisi dan cepat. “Kami upayakan percepatan, mudah-mudahan tidak terkendala cuaca. Karena memasuki kemarau, ini jadi momentum untuk mempercepat pekerjaan. Proyek ini tidak hanya sekadar tambal sulam. Untuk ruas dari Sambong hingga Terminal Pekalongan, tim menggunakan konstruksi rigid (beton) agar jalan lebih tahan lama menghadapi beban kendaraan berat,” terangnya.
Selain itu, perhatian juga terbagi pada jalur strategis Batang hingga Kabupaten Kendal. Dari total 40 kilometer panjang ruas tersebut, terdapat 9 kilometer titik krusial yang menjadi prioritas utama penanganan tahun ini. Meski progres berjalan lancar, Ridwan mengakui masih ada sekitar 15 kilometer ruas jalan di wilayah Batang – Kendal yang belum masuk dalam paket kontrak saat ini. Namun, ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena kondisi aspal di segmen tersebut masih tergolong baik dan layak dilintasi.
Pihaknya tetap memprioritaskan area yang mengalami kerusakan berulang agar mobilitas warga tidak terganggu. Ke depan, usulan program lanjutan akan terus didorong ke pemerintah pusat. “Kami tetap berupaya mendorong agar ada program lanjutan, supaya penanganan bisa tuntas, khususnya di wilayah Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)




















