Headline.co.id, Tokyo ~ Pemerintah Indonesia dan Jepang telah menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) untuk memperkuat kerja sama di bidang pariwisata. Penandatanganan ini berlangsung di Kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT) di Kasumigaseki, Tokyo, pada Senin (30/3/2026). Menteri Pariwisata Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri MLIT Jepang, Yasushi Kaneko, menandatangani MoC tersebut, disaksikan oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Martini M. Paham, Komisioner Japan Tourism Agency (JTA) Shigeki Murata, serta pejabat dari kedua negara.
Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk memperkuat kolaborasi pariwisata dengan negara-negara di Asia Timur, khususnya Jepang. Langkah ini juga sebagai upaya mitigasi terhadap dinamika geopolitik global yang masih berlangsung, seperti ketidakpastian di kawasan Timur Tengah yang dapat memengaruhi pergerakan wisatawan internasional. Melalui penguatan kemitraan ini, Indonesia berharap dapat mendiversifikasi pasar dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara.
MoC Indonesia dan Jepang ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang. Ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya kedua negara memiliki landasan kerja sama formal di bidang pariwisata. Kesepakatan ini merupakan hasil dari proses koordinasi dan pembahasan intensif selama lebih dari dua tahun terakhir.
Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang strategis, termasuk promosi pariwisata bersama dalam pameran internasional, pengembangan produk pariwisata seperti wellness, gastronomi, bahari, ekowisata, dan budaya, serta pengelolaan destinasi dan penguatan pariwisata berkelanjutan termasuk desa wisata. Selain itu, kerja sama sektor swasta seperti industri penerbangan dan perjalanan, pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pertukaran keahlian, kerja sama di bidang MICE dan event internasional, penguatan konektivitas udara, peluang investasi pariwisata, serta peningkatan perlindungan dan keamanan wisatawan juga menjadi bagian dari kesepakatan ini.
Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Indonesia menegaskan bahwa Jepang adalah salah satu mitra strategis utama dalam pengembangan pariwisata. Pada tahun 2025, Indonesia mencatat lebih dari 380.000 kunjungan wisatawan Jepang, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata lama tinggal hampir delapan hari. Menteri Pariwisata juga menekankan pentingnya konektivitas udara sebagai faktor kunci dalam meningkatkan arus wisatawan kedua negara. Saat ini, rute penerbangan Tokyo–Jakarta dan Tokyo–Bali menjadi tulang punggung mobilitas wisatawan, dengan peluang pengembangan rute ke destinasi lain seperti Yogyakarta serta asal kota-kota besar di Jepang.
Selain itu, Menteri Pariwisata menyampaikan program Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pengiriman tenaga kerja terlatih ke luar negeri, termasuk di bidang pariwisata. Diharapkan hal ini dapat dipersiapkan melalui program pengembangan sumber daya manusia dalam kerangka kerja MoC yang baru saja ditandatangani.
Implementasi kerja sama ini akan dilakukan melalui pembentukan Joint Working Group (JWG) yang bertugas menyusun rencana aksi serta memantau pelaksanaan program kerja sama secara berkelanjutan. Rangkaian kegiatan penandatanganan MoC diawali dengan pertemuan bilateral kedua Menteri, dilanjutkan dengan upacara penandatanganan, sesi foto bersama, serta pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan, serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.























