Headline.co.id, Jakarta ~ Pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026 di wilayah Kepulauan Riau telah resmi berakhir dengan hasil yang aman dan kondusif. Operasi yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026 ini berhasil memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kapolda Kepulauan Riau, Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Polri, TNI, Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, Jasa Raharja, dan masyarakat.
Menurut Kapolda Kepri, keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras semua pihak. Selama operasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Kepri terpantau aman dan terkendali. Tidak ada kejadian menonjol terkait gangguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas di lokasi prioritas pengamanan. “Seluruh Satgas mengedepankan langkah preemtif dan preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” jelas Kapolda pada Kamis (26/3/26).
Operasi ini melibatkan sekitar 1.450 personel gabungan yang ditempatkan di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Personel tersebut bekerja sama dalam memberikan pengamanan dan pelayanan, terutama di titik-titik keramaian dan jalur mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik lebaran. “Secara umum pelaksanaan Operasi Ketupat Seligi 2026 berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Kapolda Kepri.
Dibandingkan dengan tahun 2025, terdapat peningkatan kinerja operasional. Tahun ini, Satgas melaksanakan 7.203 kegiatan, meningkat 378 kegiatan atau 5,25%. Jumlah laporan yang dihasilkan mencapai 7.114 dari target 6.684, melebihi target sebesar 3,5%. Kegiatan subsatgas juga mencapai target dengan total 2.769 kegiatan dan menjangkau 18.018 masyarakat. Kegiatan testimoni masyarakat melibatkan 302 personel dengan partisipasi 273 orang. Kapolda Kepri menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan kesiapan Polda Kepri dalam memberikan pelayanan selama Idul Fitri 1447 H.
Kapolda juga mengakui adanya catatan evaluasi terkait gangguan kamtibmas di luar area target operasi, yang dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakat terhadap potensi kerawanan. “Meskipun operasi telah berakhir, kami mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap waspada dan tidak lengah dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” ungkap Kapolda Kepri.
Sebagai tindak lanjut, Polda Kepri akan melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi arus balik dan aktivitas masyarakat pasca libur panjang. Kegiatan ini akan berlangsung dari 26 hingga 29 Maret 2026 dengan melibatkan 135 personel.








