Headline.co.id, Bekasi ~ Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang angkutan umum selama periode Angkutan Lebaran 2026 mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data sementara dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu, tercatat bahwa jumlah penumpang dari H-8 hingga H+3 mencapai 15.397.417 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 11,11 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 13.858.086 orang.
“Data tersebut masih bersifat dinamis karena proses perhitungan masih terus berlangsung hingga 30 Maret 2026. Kami masih melihat adanya potensi puncak arus balik pada 28–29 Maret 2026,” ujar Menhub saat meninjau arus balik di Jasa Marga Tollroad Command Center, Rabu (25/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menhub didampingi oleh Menko PMK Pratikno, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta jajaran pimpinan BUMN sektor transportasi. Kementerian Perhubungan mengidentifikasi bahwa puncak arus balik berpotensi terjadi pada 28–29 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan.
Menhub mendorong masyarakat untuk memanfaatkan momentum arus balik lebih awal pada 26–27 Maret 2026. “Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan WFA maupun diskon tarif tol sebesar 30 persen di sembilan ruas jalan tol pada tanggal tersebut,” jelasnya.
Sejumlah kebijakan telah disiapkan pemerintah untuk mengurai kepadatan, lain penerapan work from anywhere (WFA), diskon tarif tol 30 persen, rekayasa lalu lintas di titik rawan, serta pembatasan kendaraan logistik besar. Selain itu, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas masih diberlakukan hingga 29 Maret 2026. Menhub meminta pelaku usaha logistik untuk tetap mematuhi aturan tersebut demi kelancaran arus balik.
Menhub Dudy Purwagandhi juga mengapresiasi masyarakat yang telah mematuhi arahan petugas selama periode mudik dan arus balik. Kepatuhan ini dinilai berkontribusi terhadap penurunan angka kecelakaan dan fatalitas. “Kami berharap hingga akhir masa angkutan Lebaran, tren penurunan kecelakaan ini dapat terus terjaga sehingga masyarakat bisa kembali dengan aman dan selamat,” ujarnya.
Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik, lanjut Menhub, tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, operator jalan tol seperti PT Jasa Marga (Persero) Tbk, serta dukungan masyarakat. Dengan pengaturan perjalanan yang baik dan disiplin bersama, pemerintah optimistis arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman.





















