Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM), Natalius Pigai, mengecam keras tindakan kekerasan berupa penyiraman air keras yang dialami oleh Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Menanggapi insiden tersebut, Natalius Pigai mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas pelaku dan motif di balik kejadian ini.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh MenHAM Pigai melalui keterangan resmi pada Jumat (13/3/2026). Ia menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk melindungi setiap warga negara dari berbagai bentuk kekerasan yang dapat mengancam keselamatan maupun kehormatan individu. “Negara harus hadir untuk melindungi warganya,” ujarnya.
Natalius Pigai menekankan pentingnya respons cepat dari aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku dan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan dan akuntabel. “Kita butuh penegakan hukum yang tegas dan jelas,” kata Menteri HAM.
Kementerian Hak Asasi Manusia berharap agar aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut. Hal ini penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjamin perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara.
Sebelumnya, peristiwa penyiraman air keras dialami oleh aktivis KontraS, Andrie Yunus, setelah mengikuti kegiatan rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada Kamis (12/3/2026). Berdasarkan informasi yang diterima, korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh akibat serangan tersebut dan saat ini masih menjalani perawatan medis.


















