Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, telah mengirimkan tambahan alat berat ke Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pembersihan lumpur dan puing yang masih menutupi sejumlah area pascabencana.
Bantuan alat berat ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam memulihkan lingkungan dan aktivitas masyarakat setempat. Selain itu, pemerintah pusat juga telah menyesuaikan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 untuk Pidie Jaya guna mendukung pembiayaan rehabilitasi.
Dalam pesan yang disampaikan kepada Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, Mendagri Tito menekankan pentingnya percepatan pemulihan. Rincian alat berat yang telah dan akan dikirimkan meliputi satu unit excavator 20 ton, satu unit excavator 10-13 ton yang sudah tiba, satu unit excavator mini yang juga sudah tiba, dan satu unit lagi menyusul. Selain itu, tiga unit beco loader ban karet dan 13 unit dump truck dari rencana 20 unit telah tiba.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Satgas PRR untuk memastikan proses pembersihan lumpur dan puing berjalan optimal. Selain bantuan peralatan, Kabupaten Pidie Jaya juga mendapatkan penyesuaian alokasi TKD. Data Satgas PRR menunjukkan bahwa alokasi TKD Tahun Anggaran 2025 untuk Pidie Jaya sebesar Rp584 miliar, sedangkan alokasi TKD Tahun Anggaran 2026 setelah penyesuaian menjadi Rp616,5 miliar.
Pemerintah pusat juga telah menyalurkan bantuan dari Kementerian Sosial yang pada tahap pertama menjadi yang terbesar dibandingkan kabupaten lain di tiga provinsi terdampak. Pemerintah daerah dapat menggunakan skema padat karya atau gotong royong berbayar (cash for work) yang dikoordinasikan oleh pemda. Skema ini dianggap sebagai terobosan untuk menjaga keberlanjutan pembersihan lumpur karena melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga proses rehabilitasi tidak hanya lebih cepat, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga terdampak.
Dengan dukungan alat berat serta fleksibilitas pemanfaatan anggaran, Mendagri berharap Bupati Pidie Jaya segera melakukan pembersihan lumpur di seluruh wilayah dengan juga memanfaatkan skema gotong royong bersama masyarakat.








