Headline.co.id, Jakarta ~ Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menyatakan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat peradaban bagi umat Islam. Pernyataan ini disampaikan oleh Jusuf Kalla pada Selasa, 10 Maret 2026. Indonesia, menurutnya, merupakan negara dengan jumlah umat Islam dan masjid terbanyak di dunia, dengan sekitar 800.000 masjid tersebar di seluruh negeri.
Jusuf Kalla menyoroti bahwa masjid memiliki keunikan sebagai tempat berkumpul bagi umat Islam dari berbagai latar belakang organisasi dan daerah tanpa adanya sekat. Ia mencontohkan bahwa di masjid, umat Islam dari berbagai organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dapat beribadah bersama tanpa perbedaan. Selain sebagai tempat ibadah dan persatuan, Jusuf Kalla juga menilai bahwa masjid harus menjadi pusat pembentukan peradaban.
Ia menjelaskan bahwa peradaban berasal dari kata yang mencerminkan perilaku baik, ilmu pengetahuan, serta keimanan. Jusuf Kalla juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan ekonomi umat. Menurutnya, Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras dan berusaha, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) yang menjalani masa panjang sebagai pedagang sebelum diangkat menjadi rasul.
Selain itu, Jusuf Kalla mengingatkan bahwa kemajuan dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, umat Islam perlu meningkatkan penguasaan ilmu agar tidak tertinggal. Ia berharap masjid dapat menjadi tempat yang mendorong umat untuk bersatu, menuntut ilmu, memperkuat moral, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





















