Headline.co.id, Jakarta ~ Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bersama dengan industri sawit mengadakan kegiatan edukasi dan santunan bagi anak-anak panti asuhan. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang manfaat sawit serta menyalurkan bantuan berupa sembako melalui program Sawit Berbagi, Ramadhan Penuh Makna. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 Maret 2026 di Depok dan didukung oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), PT Astra Agro Lestari Tbk, Apical, dan Wilmar Group.
Ketua Umum Forwatan, Beledug Bantolo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menunjukkan kepedulian terhadap sesama. “Jadi, enggak hanya di sini, nanti ada beberapa panti asuhan juga kita bagikan juga sembako dan sedikit rezeki dari kami,” ujar Bantolo di Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Bantolo menjelaskan bahwa sawit adalah komoditas strategis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti minyak goreng, sabun, cokelat, es krim, dan biodiesel.
Selain itu, Bantolo menambahkan bahwa sawit memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai ekonomi sektor hilir sawit mencapai sekitar Rp750 triliun, setara dengan 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian sawit dan meluruskan kampanye negatif yang sering muncul. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman bahwa sawit harus dilestarikan dan manfaatnya dijaga,” ujarnya.
Media Relations GAPKI, Mochamad Husni, menjelaskan bahwa perusahaan sawit aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung masyarakat sekitar. “Kami tidak hanya mengolah sawit untuk dijadikan minyak goreng, sabun, mentega, atau pasta gigi, tetapi juga membagikan sebagian hasilnya melalui kegiatan sosial agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Husni. Ia menambahkan bahwa CSR perusahaan mencakup empat sektor utama: pendidikan, peningkatan ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.
Husni menekankan bahwa hasil usaha sawit tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga dibagikan agar memberikan manfaat bagi banyak orang. “Di banyak perusahaan sawit, terutama di kebun-kebun luar Jawa, kegiatan sosial seperti ini rutin dilakukan,” jelasnya. Dengan kegiatan ini, perusahaan sawit berupaya membantu sekolah, meningkatkan ekonomi masyarakat, mendukung fasilitas kesehatan, dan menjaga lingkungan.
Pengasuh pondok pesantren dan Panti Asuhan Riyadhush Sholihin Kebayunan Tapos Depok, KH Bahrudin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Forwatan dan perusahaan sawit kepada anak-anak yatim. Ia mengatakan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan bantuan yang diberikan. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi Bapak dan Ibu semuanya,” ujarnya.
Kiai Bahrudin berharap doa dan dukungan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Seperti halnya sawit yang memberi manfaat bagi banyak orang, anak-anak panti diharapkan kelak tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Panti Asuhan Riyadhus Shalihin, yang berlokasi di Tapos, Depok, Jawa Barat, adalah lembaga yang didirikan oleh KH. Moh. Yasin untuk mengasuh 98 anak yatim, piatu, dan dhuafa.




















