Headline.co.id, Tuban ~ Kementerian Agama Kabupaten Tuban bekerja sama dengan Program Dukungan INOVASI Jawa Timur mengadakan pelatihan untuk kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Tuban. Pelatihan ini berlangsung pada Rabu dan Kamis, 4–5 Maret 2026, di Aula Hasyim Asy’ari IAINU Tuban. Sebanyak 39 peserta yang terdiri dari unsur Kantor Kementerian Agama Tuban, pengawas madrasah, kepala madrasah, serta guru kelas dari berbagai MI turut berpartisipasi.
Adri Budi S., Provincial Manager INOVASI Jawa Timur, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Program ini telah dimulai sejak Januari 2026 dan mencakup berbagai tahapan, seperti sosialisasi KBC, pengambilan data awal, pelatihan tahap pertama, pendampingan fasilitator daerah, hingga refleksi di tingkat madrasah dan kabupaten.
Pada pelatihan tahap kedua ini, peserta mendapatkan penguatan dua nilai utama dalam KBC, yaitu nilai sosial dan intelektual. Adri menekankan pentingnya nilai sosial untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan kondusif. “Guru diharapkan mampu memahami hubungan sosial yang sehat di madrasah, mengenali serta menolak perundungan dan berbagai bentuk kekerasan, sekaligus mengembangkan rencana aksi untuk membangun nilai sosial di lingkungan pendidikan,” ujarnya pada Rabu, 4 Maret 2026.
Adri juga menjelaskan bahwa nilai intelektual dalam KBC terintegrasi dengan nilai spiritual dan moral. Salah satu pilar utamanya adalah menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu sebagai sarana memahami keagungan penciptaan serta hikmah di balik syariat. Pendekatan pembelajaran ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan reflektif melalui metode pembelajaran yang mendalam.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menekankan pentingnya penerapan KBC di tengah tantangan global saat ini. Menurutnya, madrasah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai cinta kepada siswa melalui proses pembelajaran. “Dalam kondisi dunia saat ini, peran bapak dan ibu guru madrasah sangat penting untuk menyampaikan materi pembelajaran berbasis cinta kepada para siswa,” ujarnya.
Umi Kulsum berharap penerapan KBC dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter. Ia menambahkan bahwa para guru madrasah diharapkan mampu mendukung terwujudnya cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, pengetahuan, dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik.





















