Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah memastikan bahwa infrastruktur strategis di sekitar kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru tetap aman dan berfungsi menjelang arus mudik Lebaran 2026. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke Jembatan Besuk Kobokan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (21/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan konektivitas Jalan Nasional Lumajang–Malang tetap terjaga.
Jembatan sepanjang 129 meter ini merupakan penghubung vital Lumajang dan Malang. Infrastruktur tersebut sempat terdampak material abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru, namun telah dibersihkan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali sehingga tetap dapat difungsikan. Dalam peninjauan tersebut, Dody menginstruksikan dilakukan pengecekan teknis menyeluruh terhadap struktur jembatan, termasuk evaluasi material baja yang terpapar suhu tinggi. “Secara visual masih baik dan fungsional. Namun harus dilakukan pengecekan teknis komprehensif untuk memastikan kekuatan struktur tetap aman,” kata Menteri PU dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir pada Senin (23/2/2026).
Dody menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya perbaikan pascabencana, melainkan bagian dari mitigasi risiko menghadapi potensi erupsi susulan. “Penanganan pasca erupsi kemarin kita lakukan sekaligus sebagai persiapan apabila dalam beberapa hari, minggu, atau bulan ke depan terjadi erupsi lagi. Jadi ini bukan hanya perbaikan, tetapi mitigasi risiko,” ujarnya.
Berdasarkan data hingga H+19 pascakejadian (20 Februari 2026), BBPJN Jawa Timur–Bali telah menyelesaikan pembukaan lubang pelimpah KD Gondoruso dan galian alur pada segmen jalan pelintas dengan progres 100 persen. Selain itu, dilakukan pemasangan bronjong serta perbaikan sementara akses jalan dengan dukungan alat berat dan 17 personel lapangan.
Dari sisi sumber daya air, penanganan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bersama PUSDA Jatim di lokasi KD Gondoruso. Banjir lahar pada 30 Januari 2026 sebelumnya menyebabkan tanggul hulu kanan terdampak sepanjang 130 meter dan merusak sekitar ±4 hektare lahan pertanian warga. BBWS Brantas telah membuka kembali lubang pelimpah yang tertutup material erupsi serta memperbaiki tanggul menggunakan pasangan batu bronjong sepanjang ±185 meter. Progres galian dan timbunan tanggul hulu kanan kini mencapai 65 persen.
Selain penanganan darurat, Kementerian PU juga memulai pembangunan dua dam pengendali lahar sebagai strategi pengurangan risiko bencana jangka menengah di kawasan Semeru. “Dua dam yang sedang kita kerjakan ini sudah cukup signifikan untuk mengurangi risiko jika terjadi erupsi kembali. Namun karena total yang rusak cukup banyak, penanganannya bertahap. Dalam beberapa kasus, membangun baru lebih efektif daripada merehabilitasi,” jelas Menteri Dody.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk memastikan infrastruktur strategis tetap berfungsi optimal sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap bencana, sehingga keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi, termasuk arus mudik Lebaran, tetap terjaga.






















