Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi bagi talenta muda, termasuk atlet berprestasi nasional. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan skema beasiswa yang berbasis integrasi data atlet agar lebih tepat sasaran, sistematis, dan akuntabel.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat menerima audiensi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat di Jakarta, Kamis (19/2/2026). “Jangan sampai di bidang akademik para atlet tidak maksimal, maupun di bidang olahraganya tidak bertumbuh,” tegas Menteri Brian.
Pertemuan tersebut membahas integrasi data atlet nasional sebagai dasar perumusan kebijakan beasiswa yang lebih presisi. Dengan basis data yang dikelola bersama, proses identifikasi, seleksi, hingga pemantauan studi atlet dapat dilakukan secara terukur. “Dengan basis data yang terkelola bersama, proses identifikasi, seleksi, hingga pemantauan studi atlet dapat dilakukan secara lebih sistematis dan akuntabel,” jelasnya.
Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan intervensi kebijakan tepat sasaran, terutama bagi atlet yang tengah menjalani pembinaan prestasi maupun yang telah mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Kebijakan tersebut juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan nasional. Pengembangan talenta unggul tidak hanya melalui capaian akademik, tetapi juga prestasi olahraga yang membawa nama bangsa.
Dalam pertemuan itu, Menpora memaparkan kebutuhan penguatan skema beasiswa bagi atlet agar tidak hanya menjamin akses pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan keberlanjutan karier setelah masa kompetisi berakhir. “Kita perlu sistem yang jelas, supaya pembinaan olahraga tetap optimal dan pendidikan mereka juga tidak tertinggal,” ujar Menteri Erick.
Penguatan kolaborasi teknis Kemdiktisaintek dan Kemenpora akan diarahkan pada pengembangan dan pemanfaatan database atlet secara bersama. Skema ini diharapkan menjadi model sinergi lintas kementerian dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif.
Mendiktisaintek menegaskan, pendidikan tinggi harus menjadi fondasi keberlanjutan prestasi generasi muda—baik di bidang akademik maupun olahraga. Negara hadir memastikan para atlet memiliki kepastian masa depan, tidak hanya saat berjaya di arena kompetisi, tetapi juga ketika memasuki fase profesional dan sosial berikutnya.
Sinergi ini menandai langkah konkret pemerintah dalam membangun sistem yang terintegrasi, transparan, dan berorientasi pada masa depan talenta bangsa. Dengan dukungan beasiswa yang terstruktur dan berbasis data, Indonesia meneguhkan komitmen melahirkan SDM unggul, adaptif, dan berdaya saing global.



















