Headline.co.id, Blangkejeren ~ Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meresmikan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak bencana di Dusun Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, pada Selasa (17/2/2026). Sebanyak 133 kepala keluarga (KK) mulai menempati hunian tersebut, yang ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadan.
Peresmian ini menandai komitmen pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi pengungsi menjelang bulan suci. Setelah acara peresmian, warga Dusun Rigeb langsung dapat menempati unit yang telah dibangun. Selain itu, warga Desa Agusen di Kecamatan Blangkejeren, yang sebelumnya mengungsi di BLK Desa Lempuh, juga telah kembali ke desanya untuk menempati huntara yang disediakan pemerintah.
Kheriawan, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB sekaligus penanggung jawab BNPB di Gayo Lues, menyatakan bahwa seluruh 133 unit di Dusun Rigeb diperuntukkan bagi 133 KK terdampak. “Apa yang kita sampaikan dua bulan lalu bahwa masyarakat di pengungsian akan bisa menempati huntara ini sebelum Ramadan. Jadi ini kita tuntaskan janji kita kepada masyarakat, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Di Kabupaten Gayo Lues, terdapat 17 lokasi huntara yang tersebar di tujuh kecamatan. Dari target 1.179 unit, sebanyak 844 unit telah selesai dibangun dan ditargetkan seluruhnya rampung sebelum Idulfitri. Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, termasuk bantuan sembako tahap awal, fasilitas toilet, air bersih, listrik, serta dukungan teknis seperti kipas angin dan matras.
Suhaidi menjelaskan bahwa terkait hunian tetap (huntap), proses pengadaan lahan masih berlangsung. Di Gayo Lues, lahan pemerintah sangat terbatas sehingga penggunaan lahan masyarakat memerlukan mekanisme ganti rugi. “Jika ada yang belum siap harus bersabar. Nanti pembagiannya mungkin akan diundi. Kita ikuti prosesnya agar semua adil. Kami harap Bapak Ibu bersabar karena semua akan dapat,” katanya.
Pembagian kopel huntara di Dusun Rigeb dan Desa Agusen dilakukan melalui sistem undi kepada ketua kelompok untuk menghindari kecemburuan antarpenghuni. Meskipun beberapa unit masih dalam tahap penyelesaian, sebagian besar warga sudah dapat menempati unit yang rampung. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan huntara tuntas sebelum Idulfitri sebagai langkah percepatan pemulihan pascabencana di Gayo Lues.





















