Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana di Sumatra dengan menyalurkan bantuan senilai Rp14,58 miliar. Dana tersebut berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) dan ditujukan untuk tiga provinsi yang paling terdampak, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Informasi ini disampaikan dalam keterangan tertulis BPKH yang diterima pada Rabu (11/2/2026).
Penyaluran dana dilakukan dalam dua fase strategis. Pada fase tanggap darurat, BPKH mengalokasikan Rp3,83 miliar untuk mendistribusikan 10.040 paket bantuan yang terdiri dari sembako, hygiene kit, dukungan dapur umum, serta perlengkapan keluarga bagi masyarakat terdampak. Sementara itu, fase pemulihan pascabencana mendapatkan alokasi Rp10,75 miliar dengan fokus pada sektor pendidikan dan infrastruktur ibadah.
Dalam fase pemulihan, BPKH menyalurkan beasiswa senilai Rp3,6 miliar kepada 1.200 mahasiswa di 55 perguruan tinggi untuk mencegah risiko putus kuliah akibat bencana. Selain itu, dilakukan perbaikan sarana sanitasi, penyediaan air bersih, serta renovasi sekolah dan masjid. Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menegaskan bahwa seluruh pendanaan Program Kemaslahatan ini tidak menggunakan pokok dana haji milik jamaah, melainkan murni dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat.
Pada tahun 2026, BPKH telah menyiapkan program lanjutan yang lebih komprehensif. Rencana tersebut mencakup penyediaan mesin pengolahan air bersih, genset, dukungan sanitasi, hingga program pemberdayaan ekonomi komunitas untuk mengembalikan kemandirian warga terdampak. Melalui langkah ini, BPKH berharap Dana Abadi Umat dapat terus menjadi instrumen stabilitas sosial yang memberikan dampak positif luas bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.








