Headline.co.id, Banyuwangi ~ Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas pembangunan. Dalam rangka menciptakan sistem pengolahan yang ramah lingkungan, Pemkab Banyuwangi mengembangkan pendekatan ekonomi sirkular melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak yang berlokasi di Kecamatan Songgon.
TPS3R Balak berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare dan memiliki kapasitas pengolahan hingga 84 ton sampah per hari. Proses pengolahan dilakukan dengan teknologi modern, meliputi pemilahan sampah organik dan anorganik serta konversi menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) yang digunakan dalam industri semen.
“Pengelolaan sampah di TPS3R Balak dirancang agar sampah rumah tangga dapat ditangani secara efektif, mulai dari sumber hingga tahap akhir,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, Minggu (8/2/2025).
Dwi menambahkan bahwa pengelolaan di TPS3R dilakukan dengan pendekatan teknologi rendah residu dan minim bau. Setiap hari, petugas pengangkut sampah keliling mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah. Saat ini, TPS3R Balak melayani 64 desa di 10 kecamatan di Banyuwangi.
Sampah yang masuk akan dipilah menggunakan mesin konveyor. Sampah nonorganik bernilai ekonomis, seperti botol plastik dan kertas, akan dipres dan dikirim ke pabrik daur ulang. Sementara itu, sampah nonorganik tanpa nilai jual, seperti bungkus sachet, akan diolah menjadi RDF.
“Sudah puluhan ton RDF dari TPS3R Balak dikirim ke Gresik sebagai bahan bakar industri semen,” kata Dwi.
Sampah organik diolah menjadi kompos menggunakan metode windrow composting, sementara air lindi dari proses tersebut diproses melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan.
“Semua sampah dikelola agar tidak menyisakan residu. Jika ada sisa pun, akan langsung dibawa ke TPA tanpa diinapkan di TPS3R,” jelas Dwi.
Pemkab Banyuwangi juga berencana membangun TPS3R baru di kawasan Sobo. Fasilitas tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare dengan kapasitas pengolahan 45 ton sampah per hari.
“Secara kapasitas lebih kecil karena hanya melayani wilayah Kecamatan Banyuwangi, meski luas lahannya lebih besar. Pemerintah juga akan membangun drainase dan memperbaiki infrastruktur penunjang seperti akses jalan,” imbuhnya.
Salah satu warga Desa Balak, Bu Kikit, mengaku sangat merasakan manfaat keberadaan TPS3R ini. Warga kini terbiasa memilah sampah dan tidak lagi membakar limbah rumah tangga.
“Iurannya terjangkau, hanya Rp10 ribu per bulan. Soal bau juga jarang sekali. Kalau pun ada, langsung diatasi petugas. Pengolahannya bersih dan rapi, tidak mengganggu,” ujarnya.


















