Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan BUMD PT Riau Pangan Bertuah berupaya menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah mengadakan operasi pasar murah untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, menyatakan bahwa operasi pasar murah bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, dan kestabilan harga. “Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujar Tetty pada Minggu (8/2/2026).
Operasi pasar murah akan dilaksanakan pada pekan kedua Februari di lima lokasi di Kota Pekanbaru. Lokasi-lokasi tersebut adalah Halaman Kantor Lurah Air Dingin, Kelurahan Bukitraya pada Senin, 9 Februari; Halaman SMP Negeri 6, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rumbai pada Selasa, 10 Februari; Depan SMP Negeri 30, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai pada Rabu, 11 Februari; Halaman Kantor Lurah Rintis, Kecamatan Lima Puluh pada Kamis, 12 Februari; dan Halaman Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim pada Jumat, 13 Februari.
Operasi pasar murah akan dimulai pukul 08.00 WIB. Masyarakat diimbau untuk hadir tepat waktu, mengantre dengan tertib, dan membawa kantong belanja sendiri sebagai upaya pengurangan penggunaan kantong plastik. Tetty juga menjelaskan daftar harga bahan pokok yang akan tersedia dalam kegiatan ini, lain beras SPHP seharga Rp60.000 per 5 kg, beras Anak Daro dan Sokan masing-masing Rp162.000 per 10 kg atau Rp81.000 per 5 kg, gula pasir Rp17.000 per kg, minyak Salvaco Rp21.000 per liter, minyak Palmco Rp16.000 per bungkus, Minyakita Rp15.500 per bungkus, garam Krista Rp2.000 per 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per 250 gram, dan tepung tapioka Rp8.000 per bungkus.
Untuk komoditas seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, dan telur ayam, harga akan mengikuti harga dinamis di tingkat petani dan pasar. Melalui kegiatan ini, Pemprov Riau berharap dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau serta menekan inflasi daerah secara efektif.


















