Headline.co.id, Tuban ~ Keberhasilan Kelurahan Kebonsari di Kabupaten Tuban dalam mengelola lingkungan berkelanjutan menarik perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro. Kelurahan ini meraih predikat Kampung Bersih, Sehat, dan Lestari (Berseri) Mandiri serta Program Kampung Iklim (ProKlim) tingkat Nasional pada akhir 2025. Hal ini mendorong DLH Bojonegoro untuk melakukan studi tiru pada Kamis (5/2/2025).
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Kebonsari, Ghufron, menyambut baik kunjungan rombongan DLH Bojonegoro. Ia berharap hasil dari studi tiru ini dapat memberikan manfaat nyata dan dapat diterapkan di daerah lain dengan menyesuaikan praktik pengelolaan lingkungan sesuai kondisi wilayah masing-masing. “Setelah bapak dan ibu melaksanakan studi tiru ini, semoga membawa hal-hal positif yang bisa diterapkan di lingkungan masing-masing,” ujar Ghufron.
Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Nur Rahmawati Kusuma Dewi, menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik yang diterapkan di Kelurahan Kebonsari. Menurutnya, capaian sebagai Kampung Berseri Mandiri tingkat provinsi dan ProKlim tingkat nasional menjadi alasan utama Kebonsari dijadikan lokasi pembelajaran. “Kami datang untuk belajar, khususnya upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan hingga meraih predikat tersebut,” jelas Nur Rahmawati, yang menjabat sebagai pengendali dampak lingkungan ahli muda.
Selain jajaran DLH, kegiatan studi tiru ini juga diikuti oleh kader lingkungan dari Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Mereka berharap inovasi dan program yang diterapkan di Kelurahan Kebonsari dapat diadopsi dan dikembangkan di wilayah masing-masing. “Kami berharap inovasi-inovasi yang dilakukan di Kelurahan Kebonsari ini bisa diterapkan di daerah kami, sehingga ke depan dapat menyusul menjadi kampung berseri mandiri,” ungkap Zainul, salah satu kader.
Secara umum, Kelurahan Kebonsari dinilai berhasil mengelola lingkungan secara terpadu melalui partisipasi aktif masyarakat, inovasi pengelolaan sampah, serta penataan lingkungan yang berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadikan Kebonsari sebagai salah satu rujukan bagi daerah lain yang ingin mengembangkan kampung berwawasan lingkungan.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terjalin sinergi antardaerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup serta mendorong lahirnya kampung-kampung berkelanjutan di berbagai wilayah. (miswon/yavid/eyv)






















