Headline.co.id, Gresik ~ Pada awal tahun 2026, perekonomian Kabupaten Gresik menunjukkan stabilitas yang baik. Hal ini ditandai dengan inflasi yang terkendali, menjadikan Gresik sebagai daerah dengan inflasi terendah di Provinsi Jawa Timur. Peningkatan aktivitas di sektor pariwisata dan jasa akomodasi turut berkontribusi terhadap kondisi ini.
Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik pada 4 Februari 2026, inflasi year-on-year (y-on-y) untuk Januari 2026 tercatat sebesar 2,35 persen. Angka ini merupakan yang terendah di Jawa Timur. Ketua Tim Statistik Harga dan Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Gresik, Muhammad Alamsyah, menyatakan bahwa selain inflasi tahunan yang rendah, pergerakan harga di Gresik juga menunjukkan tren positif secara bulanan.
“Secara month-to-month (m-to-m) dan year-to-date (y-to-d), Kabupaten Gresik mengalami deflasi sebesar 0,45 persen. Ini menunjukkan harga kebutuhan masyarakat relatif terkendali,” ujarnya. Kondisi ini mencerminkan efektivitas pengendalian inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tantangan perekonomian nasional.
Di sisi lain, sektor pariwisata dan jasa akomodasi di Kabupaten Gresik juga menunjukkan kinerja yang positif. Pada Desember 2025, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 67,07 persen, meningkat 0,88 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, TPK hotel nonbintang juga naik menjadi 37,78 persen.
Peningkatan tingkat hunian hotel ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas perjalanan ke Gresik, baik untuk keperluan bisnis, pemerintahan, maupun wisata. Dampak positif dari tren ini juga dirasakan oleh sektor pendukung lainnya, seperti transportasi, kuliner, dan pelaku UMKM lokal.
Selain dari sisi kuantitas kunjungan, kualitas kunjungan wisatawan juga menunjukkan sinyal positif. Rata-rata lama menginap tamu hotel nonbintang pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,38 hari, sementara tamu asing di hotel berbintang rata-rata menginap selama 2,32 hari. Durasi tinggal ini menunjukkan bahwa wisatawan memiliki waktu yang cukup untuk beraktivitas dan berbelanja di wilayah Gresik.
Kombinasi stabilitas harga dan meningkatnya aktivitas sektor pariwisata menjadi indikator kuat ketahanan ekonomi Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mendorong penguatan sektor-sektor produktif guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.





















