Headline.co.id, Kubu Raya ~ Kecamatan Teluk Pakedai, yang sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan pantai, mengusulkan pembangunan tanggul pesisir untuk mengurangi abrasi, terutama di Desa Tanjung Bunga. Desa ini merupakan area pertanian padi yang sering terkena dampak abrasi air laut. Untuk mendukung hasil panen petani, Kecamatan Teluk Pakedai mengajukan anggaran sebesar Rp300 miliar yang bersumber dari APBD.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyatakan bahwa pada tahun 2026 terdapat 58 titik pembangunan infrastruktur jalan yang telah terealisasi dengan anggaran sebesar Rp9,9 miliar. Selain itu, ada tambahan dukungan dari APBN sebesar Rp15,36 miliar. “Total anggaran yang dapat direalisasikan pada tahun ini kurang lebih sebesar Rp25,3 miliar,” ujar Sukiryanto setelah membuka kegiatan Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Teluk Pakedai di Aula Kantor Camat Teluk Pakedai, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa total usulan pembangunan Kecamatan Teluk Pakedai pada tahun 2027 mencapai Rp351 miliar, meningkat dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2026. Namun, kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tantangan berupa pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. “Terdapat pemotongan dana transfer ke daerah sebesar Rp397 miliar, dan pemotongan ini merupakan yang terbesar di Kalimantan,” terangnya.
Meski demikian, Sukiryanto tetap optimistis bahwa daerah masih berpeluang memperoleh tambahan dana dari sumber Dana Alokasi Umum (DAU) pemerintah pusat sehingga sebagian usulan pembangunan tahun 2027 dapat terakomodasi. “Harapan saya bersama Bupati Sujiwo, anggaran ini bisa dikawal oleh masyarakat, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun RT dan RW, sehingga pelaksanaannya di lapangan dapat benar-benar tercapai,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Zulkarnaen, mengingatkan agar seluruh usulan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan tidak menimbulkan kesenjangan antarwilayah. Ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan, khususnya pada pembangunan jalan lingkungan di setiap desa. “Minimal setiap desa mendapatkan satu pembangunan jalan lingkungan. Ini penting agar masyarakat memahami bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap dan sesuai kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.
Di sisi lain, Camat Teluk Pakedai, Supriadi, menjelaskan bahwa usulan pembangunan tanggul di Desa Tanjung Bunga menjadi prioritas utama karena wilayah tersebut berhadapan langsung dengan laut lepas. “Tujuannya agar Teluk Pakedai dapat kembali menjadi lumbung padi seperti sebelumnya. Dari total usulan Rp351 miliar, sekitar Rp300 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan tanggul, sedangkan kebutuhan sarana fisik lainnya membutuhkan anggaran sekitar Rp51 miliar,” katanya.




















