Headline.co.id, Nakhon Ratchasima ~ Kontingen Indonesia berhasil menutup ASEAN Para Games (APG) ke-13 Tahun 2025 di Thailand dengan menempati posisi runner-up. Indonesia meraih total 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu, melampaui target awal yang ditetapkan oleh pemerintah. Prestasi ini menunjukkan konsistensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dalam olahraga disabilitas di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia berada di bawah tuan rumah Thailand yang menjadi juara umum dengan perolehan 176 medali emas. Sementara itu, Malaysia menempati posisi ketiga. Capaian Indonesia ini dinilai signifikan mengingat target awal kontingen Merah Putih hanya dipatok 82 medali emas untuk finis di peringkat ketiga.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, peningkatan perolehan medali ini mencerminkan kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta sistem pembinaan olahraga disabilitas yang semakin solid.
Indonesia mengirimkan 290 atlet yang bertanding dalam 18 cabang olahraga. Dari jumlah tersebut, cabang para atletik menjadi penyumbang emas terbanyak dengan 44 medali emas, diikuti oleh para renang dengan 29 emas, dan para bulu tangkis dengan 12 emas. Sejumlah cabang lainnya seperti para catur, para angkat berat, para tenis meja, hingga para anggar turut berkontribusi terhadap total medali yang diraih.
Keberhasilan ini memperlihatkan efektivitas pembinaan jangka menengah olahraga disabilitas nasional. Hal ini juga mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul, peningkatan prestasi olahraga, serta perluasan inklusivitas pembangunan, termasuk bagi penyandang disabilitas.
ASEAN Para Games 2025 di Thailand berlangsung pada 20–25 Januari 2026 dan diikuti oleh 10 negara ASEAN. Hasil akhir ini menjadi modal strategis bagi Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi ASEAN Para Games 2027 di Malaysia, dengan target peningkatan peringkat dan perolehan medali.


















