Headline.co.id, Jakarta ~ Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdar Kemenhub) memperkuat keselamatan penerbangan nasional melalui kerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan pemanfaatan sementara Barang Milik Negara (BMN) pada Jumat (23/1/2026).
Kerja sama tersebut melibatkan penggunaan lahan di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Juanda. Ini merupakan tindak lanjut dari permohonan perpanjangan penggunaan sementara oleh BMKG dan BNPP, yang telah disetujui oleh Kementerian Keuangan sebagai pengelola BMN.
Achmad Setiyo, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan BMN untuk memastikan aset negara memberikan manfaat maksimal bagi keselamatan publik. “Kementerian Perhubungan memastikan BMN, khususnya lahan di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Juanda, dimanfaatkan secara optimal dan tepat guna untuk mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujarnya.
Menurut Achmad, kerja sama lintas lembaga ini adalah langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarinstansi yang berperan penting dalam sistem penerbangan nasional. “Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergisitas Ditjen Perhubungan Udara dengan BMKG dan BNPP dalam mewujudkan penerbangan Indonesia yang aman, nyaman, dan selamat,” katanya.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Juanda, Agustono, menyatakan bahwa perpanjangan penggunaan sementara lahan tersebut menunjukkan komitmen Ditjen Perhubungan Udara dalam tata kelola BMN yang akuntabel dan memiliki kepastian hukum. Ia menekankan bahwa keselamatan penerbangan adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan peran BMKG dan BNPP sebagai bagian penting dari ekosistem keselamatan transportasi udara. “BMKG dan BNPP bukan sekadar mitra, melainkan bagian tak terpisahkan dalam mendukung keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan,” tegas Agustono.
Dalam kerja sama ini, lahan seluas 8.315 meter persegi digunakan untuk Gedung Operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Surabaya guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BNPP. Selain itu, lahan seluas 8.493 meter persegi dimanfaatkan oleh BMKG untuk pembangunan Gedung Kantor, Gedung Observasi, Taman Meteorologi, serta Menara Low-Level Windshear Alert System (LLWAS) guna mendukung layanan informasi meteorologi penerbangan.
Melalui penguatan pemanfaatan BMN dan sinergi antarinstansi ini, Kementerian Perhubungan berharap sistem keselamatan penerbangan nasional semakin andal dalam menghadapi dinamika operasional penerbangan yang terus berkembang.























