Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026. Dalam forum ekonomi bergengsi ini, Presiden Prabowo akan menjadi salah satu dari 13 kepala negara yang mendapat kesempatan untuk menyampaikan pidato resmi.
Presiden Prabowo akan memaparkan konsep ekonomi yang dikenal dengan nama “Prabowonomics”. Konsep ini merupakan pendekatan pembangunan ekonomi yang telah dirancang dan mulai diterapkan sejak sebelum hingga awal masa kepemimpinannya sebagai Presiden. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa forum WEF akan dimanfaatkan oleh Presiden Prabowo untuk menyampaikan gagasan strategis Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. “Intinya beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan, baik sebelum menjadi presiden maupun sejak menjabat hingga sekarang,” ujar Teddy kepada awak media di Bandar Udara London Stansted, Inggris, sebelum berangkat menuju Swiss.
Selain menjelaskan kerangka Prabowonomics, Presiden Prabowo juga akan memaparkan capaian utama Pemerintah Indonesia dalam satu tahun pertama pemerintahan, termasuk arah kebijakan ekonomi nasional di tengah tantangan global. “Dan itu beliau sebut dengan ‘Prabowonomics’,” tambah Teddy.
Sebelumnya, beberapa pemimpin dunia yang pernah membawakan pidato kunci di panggung WEF lain Presiden AS Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Kanada Mark Carney, Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi, dan PM Qatar Syeikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.
WEF Davos 2026 yang berlangsung dari 20 hingga 23 Januari 2026 dihadiri oleh lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1.000 pimpinan perusahaan global, akademisi, dan perwakilan masyarakat sipil. Forum ini mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, yang menekankan pentingnya kerja sama dan dialog global di tengah ketidakpastian dunia.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara dan pemangku kepentingan global. “Tentunya ada pertemuan dengan pemimpin negara lain. Nanti akan kami konfirmasi setelah sampai di sana,” tambah Seskab Teddy.
Kehadiran Presiden Prabowo di WEF Davos menandai kembalinya Indonesia ke panggung dialog ekonomi global setelah absen selama sekitar satu dekade. Presiden Indonesia terakhir yang berpidato di WEF adalah Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011, dengan mengangkat isu ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Pada WEF 2026 ini, Presiden Prabowo akan didampingi oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menkomdigi Meutya Hafid.
Partisipasi aktif Indonesia dalam WEF Davos 2026 menegaskan posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam percaturan ekonomi global, sekaligus membuka ruang dialog strategis untuk menarik investasi, memperkuat kerja sama internasional, dan menyampaikan visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.



















