Highlight Berita Habib Diarra Cetak Gol, Senegal Dominasi Belgia pada Babak Pertama 32 Besar Piala Dunia 2026:
Headline.co.id, Seattle ~ Habib Diarra menjadi pembeda dalam duel Senegal kontra Belgia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mencetak gol yang membawa Senegal unggul 1-0 hingga turun minum. Pertandingan berlangsung di Seattle Stadium, Amerika Serikat, Rabu (1/7) waktu setempat atau Kamis (2/7) WIB, dengan Senegal tampil lebih dominan sejak awal laga. Gol Habib Diarra lahir melalui penyelesaian cepat memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Ismaila Sarr yang membentur tiang gawang, sementara Belgia kesulitan mengembangkan permainan sepanjang babak pertama.
Sejak menit-menit awal, Habib Diarra bersama lini tengah Senegal tampil agresif dalam mengontrol tempo permainan. Tim asuhan Pape Thiaw mampu memaksa Belgia bertahan lebih dalam melalui kombinasi serangan yang dibangun Sadio Mane, Ismaila Sarr, dan Iliman Ndiaye.
Bagi Habib Diarra, gol tersebut menjadi kontribusi penting di Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 22 tahun asal Guédiawaye, Senegal, yang kini memperkuat Sunderland AFC sejak 1 Juli 2025 itu kembali menunjukkan perannya sebagai motor permainan sekaligus ancaman dari lini kedua.
Habib Diarra Buka Keunggulan Senegal
Senegal langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Beberapa peluang berhasil diciptakan melalui pergerakan Iliman Ndiaye dan Habib Diarra, meski belum mampu mengubah skor.
Peluang emas pertama hadir pada menit ke-13. Umpan Ismail Jakobs dari sisi kiri sempat ditepis kiper Belgia Thibaut Courtois. Bola liar kemudian disambar Ismaila Sarr, tetapi hanya membentur tiang gawang.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Berawal dari umpan silang Sadio Mane, sundulan Ismaila Sarr kembali mengenai tiang gawang. Habib Diarra yang berada di posisi ideal langsung menyambar bola muntah dengan sontekan ke gawang kosong sehingga Courtois tidak mampu menghalau bola.
Gol tersebut membuat Senegal layak unggul setelah mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang dibanding Belgia.
Belgia Sulit Keluar dari Tekanan Senegal
Usai gol pembuka, Belgia mencoba merespons melalui kreativitas Kevin De Bruyne di lini tengah. Namun, rapatnya organisasi permainan Senegal membuat The Red Devils kesulitan membangun serangan yang efektif.
Peluang terbaik Belgia baru hadir menjelang turun minum. Jeremy Doku sempat menciptakan ancaman yang berhasil diamankan Mory Diaw, sementara tendangan melengkung Maxim De Cuyper pada menit ke-45 juga berhasil ditepis penjaga gawang Senegal tersebut.
Di sisi lain, Senegal tetap tampil percaya diri. Sadio Mane beberapa kali membangun kombinasi serangan cepat yang kembali merepotkan pertahanan Belgia, meski belum menghasilkan gol tambahan.
Laga Sempat Terhenti Akibat Penonton Masuk Lapangan
Pertandingan sempat dihentikan beberapa saat setelah jeda rehidrasi ketika sejumlah penonton memasuki lapangan. Petugas keamanan bergerak cepat mengamankan situasi sehingga pertandingan dapat dilanjutkan tanpa gangguan berarti.
Meski sempat terhenti, ritme permainan Senegal tidak berubah. Tim berjuluk Singa Teranga tetap menguasai jalannya pertandingan hingga wasit Said Martinez meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Rudi Garcia Puji Sosok Pape Thiaw
Menjelang pertandingan, pelatih Belgia Rudi Garcia mengungkapkan kedekatannya dengan pelatih Senegal, Pape Thiaw. Keduanya pernah memiliki hubungan profesional saat masih berada di klub Prancis Saint-Etienne.
“It’s funny because I had forgotten about it but when we saw each other in December for the World Cup draw we hugged and he reminded me,” ujar Rudi Garcia.
Garcia juga memberikan apresiasi terhadap perjalanan karier Thiaw sebagai pemain maupun pelatih.
“But his career is something that he built – he was a wonderful player and now a wonderful coach. He’s a good man, a good person, but I’m going to defeat him, which is too bad for him. I’m looking forward to seeing him again,” kata Rudi Garcia.
Profil Singkat Habib Diarra
Habib Diarra memiliki nama lengkap Mouhamadou Habib Diarra. Ia lahir di Guédiawaye, Senegal, pada 3 Januari 2004 dan berposisi sebagai gelandang tengah.
Pemain berkaki dominan kanan itu resmi bergabung dengan Sunderland AFC pada 1 Juli 2025 dengan kontrak hingga 30 Juni 2030. Di level internasional, Diarra telah menjadi bagian penting Timnas Senegal dengan catatan 24 penampilan dan enam gol sebelum pertandingan melawan Belgia.
Pada Piala Dunia 2026, gol ke gawang Belgia menjadi gol keduanya dari tiga penampilan yang telah dijalani bersama Senegal di turnamen tersebut.
Susunan Pemain
Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Timothy Castagne, Brandon Mechele, Arthur Theate, Maxim De Cuyper; Hans Vanaken, Youri Tielemans; Jeremy Doku, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Charles De Ketelaere.
Pelatih: Rudi Garcia.
Senegal (4-3-3): Mory Diaw; Krepin Diatta, Moussa Niakhate, Pathe Ciss, Ismail Jakobs; Pape Gueye, Idrissa Gueye, Habib Diarra; Iliman Ndiaye, Ismaila Sarr, Sadio Mane.
Pelatih: Pape Thiaw.





















