Headline.co.id, Banda Aceh ~ Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) diadakan di Kota Banda Aceh untuk membahas penguatan ketahanan fiskal di tengah tantangan pengelolaan keuangan daerah. Acara ini berlangsung di Anggun Ballroom Muraya Hotel pada Senin (20/4/2026) dan menekankan pentingnya langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan anggaran.
Acara tersebut dibuka oleh Wali Kota Medan yang juga menjabat sebagai Ketua Komwil I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas. Hadir pula Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah serta para kepala daerah dari 21 kota di Sumatra. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut hadir sebagai pembicara utama dalam forum ini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyoroti pentingnya optimalisasi ruang fiskal daerah. Ia menyatakan bahwa komposisi belanja pegawai yang mendekati 30 persen dari APBD perlu dikelola lebih efektif untuk membuka ruang inovasi bagi pemerintah kota. “Ini bukan lagi isu teknis, tetapi sudah menjadi tantangan strategis yang harus kita jawab bersama,” ujarnya.
Illiza juga menekankan bahwa meningkatnya kebutuhan pelayanan publik dan percepatan transformasi digital di daerah merupakan peluang bagi pemerintah kota untuk lebih adaptif dalam mengelola anggaran, termasuk menjajaki sumber-sumber pendanaan alternatif.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan belanja rutin dan belanja pembangunan secara berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam memperkuat pengelolaan fiskal, termasuk berbagi praktik terbaik sebagai solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi.
Rapat Kerja Komwil I APEKSI 2026 ini menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah bersama dalam memperkuat ketahanan fiskal daerah. Dengan demikian, pemerintah kota diharapkan dapat terus menjalankan perannya sebagai motor pembangunan nasional secara optimal di tengah dinamika ekonomi yang berkembang.





















