Headline.co.id, Tuban ~ Pagi hari di trotoar Jalan Pramuka, Tuban, dipenuhi oleh aktivitas warga yang beragam. Pedagang kaki lima sibuk menata lapak dagangan mereka, sementara mahasiswa berlalu-lalang menuju kampus. Dua dunia yang berbeda ini bertemu dalam satu tujuan: menjadikan Tuban sebagai tempat yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan seluruh lapisan masyarakat.
Sheilatul Uftavia, seorang mahasiswi Universitas Ronggolawe PGRI Tuban (Unirow), merasakan harapan tersebut. Saat bersiap menyelesaikan studinya, ia memandang masa depan sebagai fase baru yang penuh tantangan dan peluang. Pengalaman para senior yang telah lulus menjadi bahan refleksi bagi Sheila dalam menyiapkan langkah berikutnya.
Menurut Sheila, kondisi ketenagakerjaan di Tuban menuntut generasi muda untuk lebih kreatif dalam mencari peluang. “Prospek kerja di Tuban masih sangat terbatas. Bahkan, job fair yang digelar sering kali justru menawarkan penempatan kerja di luar daerah,” ujarnya saat ditemui pada Senin (12/1/2025).
Situasi ini membuat wirausaha menjadi alternatif yang menjanjikan. “Kami tidak bisa hanya menunggu lowongan kerja. Mendirikan usaha, baik di bidang kuliner maupun sektor lain, bisa menjadi pilihan,” tambahnya. Sheila menilai bahwa anak muda memiliki modal besar berupa ide, inovasi, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Ia berharap usaha yang dirintis dapat berkembang dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Optimisme serupa juga terlihat dalam keseharian Kholiq, seorang pedagang rujak buah di Jalan Pramuka. Sejak dini hari, ia memulai rutinitas dengan berbelanja ke pasar, menyiapkan dagangan, dan memanjatkan doa sebelum berjualan. Ia menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten Tuban yang memberi ruang berdagang di trotoar dengan pengaturan yang jelas sebagai bentuk dukungan kepada pelaku usaha kecil.
“Kebijakan yang mengizinkan berdagang di trotoar dengan pengawasan, seperti pengaturan jarak antarlapak, menjadi solusi pemanfaatan fasilitas umum yang adil,” tutur Kholiq. Sambil menata buah dagangannya, ia menyampaikan harapan sederhana namun bermakna. “Semoga Tuban ke depan semakin maju dan benar-benar memikirkan kesejahteraan seluruh warganya,” imbuhnya.
Dari kampus hingga trotoar, suara dua generasi ini berpadu dalam satu cita-cita: menjadikan Tuban pada 2026 sebagai rumah yang inklusif, tempat anak muda dapat berkarya dan para pekerja kecil dapat hidup layak dan bermartabat. Harapan yang lahir dari keseharian, dibangun melalui kerja, dan diarahkan menuju masa depan yang lebih baik.























