Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Aceh telah menerima bantuan berupa sistem layanan Emergency Call 112 dari PT Digital Sandi Informasi sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Penyerahan bantuan ini berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, di ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh. Acara tersebut dihadiri oleh Asisten I bidang Pemerintahan, Drs. Syakir, serta perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominsa) dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Selain itu, Dirjen Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut hadir secara daring melalui Zoom.
Layanan Emergency Call 112 ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh nomor darurat menjadi satu pintu akses. Tujuannya adalah memudahkan masyarakat Aceh dalam mendapatkan bantuan cepat saat menghadapi situasi kritis, seperti kebakaran, layanan medis, gangguan hewan liar, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pohon tumbang, kecelakaan, dan bencana alam. Direktur Operasional PT Digital Sandi Informasi, Aditya Rizka, menyatakan bahwa sistem ini akan menjadi pusat monitoring data kedaruratan yang diterapkan secara seragam di seluruh wilayah Aceh.
Aditya Rizka menjelaskan bahwa masyarakat Aceh tidak perlu lagi menghafal banyak nomor instansi. Dengan menekan 112, panggilan akan diterima oleh Command Center yang kemudian meneruskan informasi ke instansi terkait seperti Damkar, Ambulans, Polisi, atau BPBA secara real-time, cepat, dan terukur. Sistem ini memiliki dua fitur unggulan, yaitu akses 24 jam penuh setiap hari dengan dukungan operator terlatih dan dapat diakses secara gratis dari semua operator seluler maupun telepon rumah. Bahkan, nomor darurat ini dapat dihubungi meskipun ponsel dalam kondisi terkunci.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT Digital Sandi Informasi. Menurutnya, kehadiran layanan 112 sangat penting untuk mempercepat respon terhadap situasi darurat yang dialami masyarakat. “Sistem ini akan mengintegrasikan berbagai layanan darurat seperti pemadam kebakaran, ambulans, hingga penanggulangan bencana dalam satu pintu, sehingga koordinasi di lapangan menjadi lebih efisien,” ujar M. Nasir.
Acara penyerahan ini juga diikuti secara virtual oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari tingkat kabupaten/kota di seluruh Aceh. M. Nasir menambahkan bahwa pelibatan Forkopimda kabupaten/kota bertujuan agar implementasi layanan 112 dapat segera disinkronisasikan di tingkat daerah, mengingat kebutuhan layanan darurat bersifat mendesak dan tersebar di berbagai titik wilayah Aceh.








