Headline.co.id, Bojonegoro ~ Sektor pariwisata di Kabupaten Bojonegoro memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2025. Sepanjang tahun tersebut, PAD dari sektor pariwisata mencapai Rp1,19 miliar, menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari pengelolaan destinasi wisata yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. “Capaian ini menunjukkan minat kunjungan masyarakat ke objek wisata di Bojonegoro terus meningkat, sekaligus menjadi indikator membaiknya pengelolaan dan pelayanan sektor pariwisata,” ujar Lukiswati pada Sabtu (10/1/2026).
Data dari Disbudpar Bojonegoro menunjukkan bahwa realisasi PAD sektor pariwisata dalam tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi, namun tetap berada dalam tren positif. Pada tahun 2023, PAD pariwisata tercatat sebesar Rp1,06 miliar, kemudian menurun pada tahun 2024 menjadi Rp859 juta, dan kembali meningkat signifikan pada tahun 2025.
Lukiswati menjelaskan bahwa sejumlah destinasi wisata menjadi penyumbang terbesar PAD pariwisata pada 2025. Dander Water Park mencatat pendapatan sebesar Rp497,9 juta, disusul oleh Wisata Kayangan Api dengan Rp480,8 juta. Selain itu, Gedung Serba Guna menyumbang Rp133,9 juta, serta Waduk Pacal sebesar Rp65,9 juta.
“Sementara itu, objek wisata lainnya seperti Galeri Bengawan, Rumah Singgah Wonocolo, Pesanggrahan Klino, dan Padangan Heritage juga turut berkontribusi, meskipun nilainya belum terlalu besar,” tambahnya.
Ke depan, Disbudpar Bojonegoro berencana untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi, baik dari sisi peningkatan fasilitas, kebersihan, keamanan, maupun promosi destinasi wisata. “Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik destinasi wisata agar pariwisata Bojonegoro semakin berkembang serta mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Lukiswati.



















