Headline.co.id, Bantul ~ Seorang pria berinisial TK (47) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Perum Trimulyo Blok 1 RT 12, Dukuh Kembangsongo, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul, Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi telungkup di dekat kamar tamu setelah beberapa hari tidak dapat dihubungi oleh keluarga. Peristiwa tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan dan pemeriksaan awal. Informasi kejadian disampaikan oleh Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kepada headline.co.id secara tertulis.
Korban diketahui bernama Taufiq Kurniawan, laki-laki, berusia 47 tahun, beragama Islam, dan bekerja sebagai wiraswasta. Berdasarkan data kependudukan, korban beralamat KTP di Tegalpanggung, Danurejan, Kota Yogyakarta, dan berdomisili di Perum Trimulyo, Jetis, Bantul.
Kronologi bermula pada Selasa (6/1/2026) siang, saat istri korban, Letizia Nur Marina, meninggalkan korban sendirian di rumah untuk menjemput anaknya sekolah dan selanjutnya merawat ibunya yang sedang sakit di wilayah Danurejan, Kota Yogyakarta. Pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 10.14 WIB, saksi masih sempat berkomunikasi dengan korban melalui pesan WhatsApp. Namun, pada Kamis (8/1/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB, korban sudah tidak merespons panggilan maupun pesan.
Pada Jumat pagi, saksi kembali ke rumah dan mendapati pintu gerbang dalam keadaan terkunci. Ia kemudian masuk dengan cara melompat pagar. Setelah membuka pintu rumah, saksi menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi telungkup di dekat kamar tamu. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada keluarga, warga sekitar, Ketua RT, dukuh setempat, serta Polsek Jetis untuk penanganan lebih lanjut.
“Setelah mendapat laporan, petugas Polsek Jetis bersama tim gabungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan pendataan,” kata Iptu Rita Hidayanto dalam keterangan tertulisnya.
Petugas kemudian melakukan identifikasi dan visum luar bersama Tim Identifikasi Polres Bantul dan tenaga medis dari Puskesmas Jetis I. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari 48 jam. Kondisi tubuh korban menunjukkan lebam lanjut serta terdapat darah yang keluar dari telinga, mulut, dan hidung. Meski demikian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau trauma pada tubuh korban.
Menurut keterangan istri korban, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes sejak sekitar empat tahun terakhir serta menjalani rawat jalan di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. “Korban memang memiliki penyakit jantung dan diabetes dan selama ini menjalani perawatan jalan,” tulis Iptu Rita mengutip keterangan saksi.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh perangkat wilayah setempat. Selanjutnya, jenazah direncanakan akan dirawat oleh tim medis dari RS Nurhidayah Jetis sebelum dimakamkan.
Dalam penanganan kejadian ini, sejumlah unsur turut hadir di lokasi, antara lain Kapolsek Jetis AKP Soni Yuniawan, Kanit Reskrim Ipda Henry Kurniawan, personel Polsek Jetis, Tim Identifikasi Polres Bantul, petugas medis Puskesmas Jetis I, serta perangkat kalurahan dan Ketua RT setempat. Aparat memastikan seluruh prosedur penanganan dilakukan sesuai standar guna memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.






















