Kontroversi Perlombaan Renang Popkab Sleman: Egi, Runner-Up Tanpa Medali ~ Headline.co.id (Sleman). Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang bocah berkaos merah menangis di pelukan ibunya setelah finis kedua dalam lomba renang, namun tak membawa pulang medali. Insiden ini terjadi dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Sleman.
Baca juga: Yogyakarta Mendapat Kuota Tambahan 300 Untuk Haji 2024
Dalam video yang beredar, terlihat jelas ekspresi kekecewaan dan sedih di wajah bocah tersebut, yang diketahui bernama Egi (Ghiyats). Meskipun berhasil menjadi yang tercepat kedua dalam nomor 100 meter gaya bebas, Egi tidak mendapatkan medali apa pun saat pengumuman pemenang.
Ibu Egi menyuarakan ketidakpuasannya melalui media sosial, menyatakan, “Belajar untuk ikhlas, walaupun hasil tidak sesuai dengan kenyataan saat lomba.” Menurut keterangan dalam postingan tersebut, meskipun banyak saksi melihat Egi finis di posisi kedua, panitia tidak memberikan medali padanya.
Protes dilakukan dengan mengajukan rekaman video perlombaan, namun panitia tidak menerima masukan tersebut dan tetap pada keputusannya. Kedatangan Egi dan ibunya pulang dengan perasaan hancur setelah berjuang keras dan berlatih selama sebulan.
Baca juga: Lawan PSIS Semarang, Risto Vidakovic Targetkan PSS Sleman Raih Kemenangan
Meski demikian, Egi masih berhasil meraih medali perunggu di kelas 50 meter gaya bebas. “Kami pulang dengan hati yang sangat hancur. Terlebih, anak kami yang sudah berjuang berlatih selama satu bulan. Yah, walaupun kami masih bisa bersyukur, masih mendapatkan medali perunggu di kelas 50 meter gaya bebas. Semoga kami bisa bangkit lagi,” ungkap ibu Egi.
Ibu Egi berharap Pengda Aquatik Sleman melakukan instropeksi, memberikan masukan, dan menerima kritikan untuk pengembangan atlet-atlet olahraga aquatik. “Jangan menutup diri dengan hal-hal yang bersifat masukan, terutama untuk pengembangan atlet-atlet olahraga aquatik,” tegasnya.
Menanggapi kontroversi ini, Koordinator Pelaksana Popkab Sleman, Agung Armawanta, menjelaskan bahwa Popkab adalah ajang lomba kontingen per kecamatan dengan kouta terbatas. Ia menegaskan bahwa aturan pendaftaran terbuka, namun yang berhak mengirim kontingen kecamatan adalah pihak yang berwenang.
Agung berjanji akan melakukan konfirmasi antara panitia dan pihak terkait untuk menyelesaikan kontroversi ini. “Kami akan undang panitia dan yang mengadu tersebut untuk dikonfirmasi,” ucapnya. Ia berharap agar insiden ini menjadi momentum evaluasi untuk memperbaiki sistem pelaksanaan kegiatan dan menegakkan aturan main yang dapat ditaati oleh semua pihak.
Belajar untuk ikhlas, walaupun hasil tidak sesuai dengan kenyataan saat lomba
— Merapi Uncover (@merapi_uncover) November 29, 2023
Kronologi: Anak kami Egi (ghiyats) baru saja mengikuti lomba renang popkab Sleman DIY , pada saat perlombaan Egi (ghiyats) alhamdulilah berhasil menjadi tercepat kedua di nomer 100M gaya bebas. Banyak… pic.twitter.com/PvkF9zLeqz
Terimakasih telah membaca Kontroversi Perlombaan Renang Popkab Sleman: Egi, Runner-Up Tanpa Medali semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News.
Baca juga: Perkuat Peran BUMD: Pemkot Jogja Salurkan Modal ke BPR Bank Jogja Rp35 Miliar























