Headline.co.id, Parepare ~ Inspektorat Jenderal Kementerian Agama melaksanakan reviu pembangunan IAIN Parepare untuk memastikan pekerjaan infrastruktur sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan ketentuan kontrak. Reviu tersebut mencakup pekerjaan pematangan lahan, pembangunan talud, serta akses jalan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026) itu dilakukan melalui penelaahan dokumen dan peninjauan fisik di lapangan. Langkah tersebut ditempuh untuk mengidentifikasi sejak dini potensi kendala yang dapat memengaruhi mutu, waktu, dan biaya pekerjaan.
Reviu pembangunan IAIN Parepare tidak hanya diarahkan pada pemeriksaan kelengkapan administrasi. Inspektorat Jenderal Kementerian Agama juga membandingkan isi dokumen perencanaan, pengadaan, dan kontrak dengan kondisi serta realisasi pekerjaan di lapangan.
Pengendali Teknis Tim Reviu, Wawan Saepul Bahri, mengatakan proses tersebut penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Reviu ini menjadi langkah penting untuk menelaah kesesuaian dokumen perencanaan, kontrak, dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selain itu, kami berupaya mengidentifikasi sejak dini berbagai potensi kendala yang dapat memengaruhi kualitas, waktu, dan biaya pekerjaan,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Dokumen dan kondisi fisik pekerjaan diperiksa
Tim Itjen Kemenag yang ditugaskan dalam reviu terdiri atas Wawan Saepul Bahri sebagai Pengendali Teknis, Wachid Yulianto sebagai Ketua Tim, serta Taufik Arsaf dan Miftahur Rahmah sebagai anggota.
Dalam pelaksanaannya, tim menelaah dokumen perencanaan, dokumen pengadaan, dan kontrak. Spesifikasi teknis pekerjaan juga menjadi bagian yang diperiksa untuk melihat kesesuaiannya dengan pelaksanaan pembangunan.
Selain pemeriksaan dokumen, tim melakukan peninjauan fisik. Peninjauan ini digunakan untuk membandingkan ketentuan yang tercantum dalam dokumen dengan realisasi pekerjaan pematangan lahan, pembangunan talud, dan akses jalan di IAIN Parepare.
Pemeriksaan terhadap aspek administrasi dan teknis konstruksi tersebut dilakukan agar potensi persoalan dapat diketahui lebih awal. Dengan demikian, pihak terkait dapat menindaklanjuti bagian pekerjaan yang masih memerlukan perbaikan atau penyempurnaan.
Itjen Kemenag dorong tata kelola pengadaan
Ketua Tim Reviu, Wachid Yulianto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Inspektorat Jenderal Kementerian Agama memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa. Tata kelola itu diharapkan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurut Wachid, komunikasi dan koordinasi dengan pihak IAIN Parepare juga diperlukan selama proses reviu. Koordinasi yang konstruktif dinilai penting agar berbagai potensi permasalahan dapat diidentifikasi lebih dini dan ditindaklanjuti secara tepat.
Dengan pendekatan tersebut, reviu tidak berhenti pada pemeriksaan administratif, tetapi mencakup keterkaitan perencanaan, proses pengadaan, kontrak, serta hasil pekerjaan di lapangan. Pemeriksaan menyeluruh itu diarahkan untuk memperkuat pengendalian internal dalam setiap tahapan pembangunan.
Hasil reviu menjadi bahan perbaikan
Wawan mengatakan hasil reviu diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan bagi pihak-pihak terkait. Aspek pekerjaan yang masih memerlukan penyempurnaan diharapkan segera ditindaklanjuti agar hasil pembangunan sesuai dengan spesifikasi teknis.
“Harapannya, setiap aspek yang masih memerlukan penyempurnaan dapat segera ditindaklanjuti sehingga hasil pembangunan memenuhi spesifikasi teknis dan memberikan manfaat optimal bagi institusi,” ungkapnya.
Reviu tersebut diharapkan memperkuat kepatuhan terhadap ketentuan pengadaan barang dan jasa, meningkatkan efektivitas pengendalian internal, serta mendorong koordinasi antarpihak dalam setiap tahapan pekerjaan.
Melalui pengawasan pada aspek administrasi dan teknis, pembangunan pematangan lahan, talud, dan akses jalan di IAIN Parepare diharapkan terlaksana secara efektif dan efisien. Pekerjaan itu juga diharapkan memenuhi prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya sehingga mendukung peningkatan sarana pendidikan serta kualitas layanan akademik.
(Rahma)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















