Headline.co.id, Depok ~ BPJS Kesehatan mendiseminasikan 12 kajian strategis dalam kegiatan BPJS Kesehatan Research Showcase 2026 di Depok, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat kebijakan berbasis bukti serta tata kelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang adaptif, berkualitas, dan berkelanjutan. Diseminasi dilakukan melalui sesi pleno dan tiga sesi paralel dengan melibatkan peneliti, pengambil kebijakan, akademisi, pemangku kepentingan, serta Duta BPJS Kesehatan dari seluruh Indonesia.
Deputi Direksi Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, mengatakan Research Showcase merupakan agenda tahunan untuk menyebarluaskan temuan riset strategis, hasil evaluasi program, dan inovasi kebijakan yang dikembangkan bersama mitra perguruan tinggi serta lembaga penelitian di Indonesia.
“Melalui forum ini kami berupaya menghadirkan ruang diseminasi untuk membagikan temuan-temuan riset strategis, hasil evaluasi program, serta inovasi kebijakan yang telah dikaji secara mendalam oleh tim riset dan mitra kolaborasi,” ujar Irfan dalam kegiatan BPJS Kesehatan Research Showcase 2026 di Depok.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Jumlah Kajian BPJS Kesehatan Meningkat
Irfan menjelaskan, jumlah kajian yang didiseminasikan BPJS Kesehatan mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, terdapat tiga kajian yang berfokus pada penguatan layanan primer.
Ketiga kajian tersebut meliputi Studi Reformasi Pelayanan Tingkat Pertama, Strategic Purchasing, serta Dampak Perluasan Kapasitas pada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
Jumlah kajian meningkat menjadi enam topik pada 2025. Kajian pada periode tersebut masih mencakup penguatan layanan primer dengan fokus yang berbeda.
Beberapa di antaranya adalah kajian alternatif urun biaya, Studi Kelayakan Long-Term Care, serta kajian mengenai karakteristik, kemampuan, dan kemauan membayar iuran pada peserta dengan status kepesertaan tertentu.
Pada penyelenggaraan 2026, BPJS Kesehatan menghadirkan 12 topik kajian. Seluruh topik tersebut dibagi dalam sesi pleno dan tiga sesi paralel.
12 Topik Dibahas dalam Sesi Pleno dan Paralel
Sesi pleno dalam BPJS Kesehatan Research Showcase 2026 membahas tiga topik kajian. Sementara itu, masing-masing dari tiga sesi paralel memuat tiga topik kajian.
Kegiatan diselenggarakan secara luring dan daring. Peserta yang terlibat termasuk Duta BPJS Kesehatan dari seluruh Indonesia.
Format tersebut memungkinkan hasil kajian dan evaluasi program dibahas melalui ruang diskusi yang melibatkan berbagai pihak. Forum ini juga mempertemukan peneliti, pengambil kebijakan, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam satu rangkaian kegiatan.
Menurut Irfan, pembahasan dalam sesi pleno dan paralel diharapkan tidak berhenti pada penyampaian hasil penelitian. Ia berharap rangkaian diskusi tersebut dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang bisa diterapkan untuk mendukung kemajuan Program JKN.
Riset untuk Pengembangan Kebijakan JKN
Selain menjadi agenda diseminasi, BPJS Kesehatan Research Showcase 2026 berfungsi sebagai ruang kolaborasi dalam memperluas pemanfaatan hasil penelitian.
Kolaborasi tersebut melibatkan tim riset BPJS Kesehatan, mitra perguruan tinggi, lembaga penelitian, peneliti, pengambil kebijakan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kajian yang disampaikan mencakup isu penguatan layanan primer, kapasitas fasilitas kesehatan rujukan, alternatif urun biaya, kelayakan layanan jangka panjang, serta kemampuan dan kemauan membayar iuran peserta dengan status kepesertaan tertentu.
Melalui forum itu, BPJS Kesehatan mendorong agar hasil riset, evaluasi program, dan inovasi kebijakan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kebijakan jaminan kesehatan nasional. Diseminasi kajian strategis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan Program JKN agar tetap adaptif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















