Headline.co.id, Yogyakarta ~ Mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Alma Ata, Bayu Aji Pratama, berhasil meraih Juara III dalam Kejuaraan Pencak Silat Sunan Kalijaga Cup V Tahun 2026 tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih pada kategori Tanding Kelas B Putra Tingkat Dewasa dalam kejuaraan yang berlangsung pada 27–28 Oktober 2026 di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menariknya, keberhasilan meraih medali perunggu itu menjadi pengalaman pertama Bayu mengikuti kompetisi pencak silat. Ia mampu mencatatkan prestasi setelah menjalani persiapan teknik dan fisik selama kurang lebih satu bulan.
Keberhasilan Bayu menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa bidang teknologi informasi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di luar kegiatan akademik.
Saat diwawancarai Headline.co.id, Bayu mengaku tidak menyangka pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi pencak silat dapat membuahkan hasil berupa medali perunggu pada kejuaraan tingkat nasional.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Saya merasa senang dan bersyukur karena baru pertama kali ini saya diberikan kesempatan lomba dan mendapat juara,” ujar Bayu, Kamis (29/10/2026).
Bayu menceritakan bahwa keikutsertaannya dalam kejuaraan tersebut berawal dari ketertarikannya mencari informasi mengenai kompetisi pencak silat. Kesempatan itu kemudian terbuka setelah dirinya memperoleh informasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pencak silat.
Informasi mengenai penyelenggaraan kejuaraan tersebut membuat Bayu semakin tertarik untuk mencoba kemampuan yang dimilikinya dalam sebuah pertandingan.
Meski belum memiliki pengalaman mengikuti kompetisi sebelumnya, ia memutuskan untuk mempersiapkan diri dengan menjalani latihan secara serius.
“Saya mempersiapkan lomba ini kurang lebih satu bulan,” katanya.
Selama masa persiapan, Bayu berfokus pada peningkatan kemampuan teknik serta kondisi fisik sebagai bekal menghadapi pertandingan.
Ia mengakui bahwa pengalaman pertama mengikuti kompetisi menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dari sisi kepercayaan diri ketika harus menghadapi atlet lain.
Perasaan pesimistis sempat muncul karena dirinya belum pernah mengikuti pertandingan serupa. Kendati demikian, Bayu berusaha mempertahankan keyakinan bahwa dirinya memiliki kesempatan untuk meraih prestasi.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Bayu berhasil menempati posisi ketiga pada kategori yang diikutinya.
Bayu Akui Masih Kesulitan Membagi Waktu Kuliah dan Latihan
Di balik keberhasilannya meraih medali perunggu, Bayu mengakui masih menghadapi tantangan dalam menjalankan aktivitas sebagai mahasiswa sekaligus atlet pencak silat.
Menurutnya, membagi waktu antara mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas akademik, dan menjalani latihan olahraga bukan perkara mudah.
“Untuk pribadi saya, jujur saya masih belum bisa mengatur waktu dalam tiga hal tersebut,” ungkapnya.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan di bidang olahraga tidak serta-merta membuat seluruh tantangan selama menjalani pendidikan tinggi dapat diselesaikan dengan mudah.
Meski demikian, pengalaman mengikuti kejuaraan tingkat nasional menjadi kesempatan bagi Bayu untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengevaluasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Bayu juga belum ingin berhenti pada pencapaian medali perunggu. Ia memiliki keinginan untuk meningkatkan prestasinya dan meraih posisi yang lebih tinggi pada kesempatan berikutnya.
“Untuk pribadi saya sudah sangat cukup, tapi bagi saya, saya masih ingin mengejar juara di atas juara tiga,” tuturnya.
Ia berharap masih mendapatkan kesempatan untuk kembali mengikuti kompetisi pencak silat pada masa mendatang.
Bayu turut mengajak mahasiswa lain agar tidak ragu mencoba berbagai kesempatan yang dapat membantu mengembangkan potensi di luar bidang akademik.
“Buat teman-teman saya seperjuangan, kejarlah juara, cetaklah pengalaman karena peluangnya sangat banyak dan tidak ada salahnya untuk mencoba,” pesannya.
Kaprodi Sistem Informasi Alma Ata Apresiasi Prestasi Bayu
Keberhasilan Bayu meraih Juara III pada kejuaraan pencak silat tingkat nasional mendapat apresiasi dari Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Alma Ata, Avrillaila Akbar Harahap, S.Kom., M.Kom.
Dalam wawancara dengan Headline.co.id, Avrillaila menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Bayu yang dinilai menunjukkan potensi mahasiswa Sistem Informasi untuk bersaing dalam bidang nonakademik.
“Saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian Bayu Aji Pratama yang berhasil meraih Juara III dalam Kejuaraan Pencak Silat Sunan Kalijaga Cup V Tahun 2026 tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Avrillaila, keberhasilan tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri karena memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang akademik, tetapi juga dapat mengembangkan bakat olahraga.
Ia menilai prestasi yang diperoleh Bayu tidak dapat dipisahkan dari kedisiplinan, kerja keras, serta komitmen dalam menjalani proses latihan.
Lebih lanjut, Avrillaila menjelaskan bahwa aktivitas nonakademik seperti pencak silat memiliki kontribusi penting terhadap pembentukan karakter mahasiswa.
Melalui olahraga bela diri, mahasiswa dapat mempelajari berbagai nilai, mulai dari pengendalian diri, sportivitas, konsistensi, hingga kemampuan menghormati orang lain.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja di bidang Sistem Informasi yang menuntut kemampuan bekerja sama, menghadapi tantangan, menyelesaikan persoalan, dan beradaptasi terhadap perubahan.
“Pendidikan Tinggi tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik dan kompeten dalam penguasaan keilmuan Sistem Informasi, tetapi juga individu yang memiliki karakter kuat, disiplin, tangguh, mampu bekerja sama, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Prestasi Olahraga Dinilai Penting untuk Pengembangan Karakter Mahasiswa
Avrillaila menambahkan bahwa terdapat sejumlah pembelajaran yang dapat dipetik dari keberhasilan Bayu mengikuti kejuaraan pencak silat.
Salah satunya adalah pentingnya kedisiplinan dalam menjalani proses untuk mencapai suatu tujuan. Menurutnya, prestasi tidak dapat diperoleh secara instan, tetapi membutuhkan konsistensi dan kerja keras.
Selain itu, olahraga juga mengajarkan ketangguhan ketika menghadapi kesulitan serta sportivitas dalam menerima hasil pertandingan.
Ia turut menyoroti pentingnya kemampuan mengelola waktu bagi mahasiswa yang aktif mengembangkan bakat di luar kegiatan perkuliahan.
Sebagai mahasiswa Sistem Informasi, Bayu tetap memiliki tanggung jawab akademik yang perlu dijalankan di tengah persiapannya menghadapi kompetisi.
“Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa prestasi membutuhkan keseimbangan antara komitmen, pengelolaan waktu, dan kemampuan menentukan prioritas,” kata Avrillaila.
Menurutnya, pengalaman Bayu dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa lain bahwa pengembangan bakat dan tanggung jawab perkuliahan perlu dikelola secara seimbang.
Avrillaila menjelaskan bahwa Program Studi Sistem Informasi Universitas Alma Ata berkomitmen memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dalam berbagai bidang.
Dukungan tersebut dilakukan melalui komunikasi, pendampingan akademik, pemberian motivasi, dan koordinasi sesuai kebutuhan mahasiswa.
Program studi juga mendorong mahasiswa mengikuti kompetisi serta kegiatan positif yang dapat memperluas pengalaman dan meningkatkan kepercayaan diri.
Dalam kegiatan pembelajaran, mahasiswa Sistem Informasi tidak hanya diarahkan untuk menguasai teknologi informasi dan memahami proses bisnis, tetapi juga mengembangkan keterampilan nonteknis melalui praktik, studi kasus, proyek kolaboratif, diskusi, serta pemecahan masalah.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi.
Diharapkan Jadi Motivasi Mahasiswa Sistem Informasi Lainnya
Avrillaila berharap keberhasilan Bayu dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Sistem Informasi Universitas Alma Ata untuk lebih berani mengikuti kompetisi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Ia menegaskan bahwa peluang meraih prestasi tidak terbatas pada kompetisi teknologi, seperti pengembangan aplikasi, analisis data, inovasi digital, dan penelitian.
Mahasiswa juga memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan melalui olahraga, seni, organisasi, kewirausahaan, dan berbagai kegiatan positif lainnya.
Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki minat serta potensi yang berbeda sehingga perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sesuai bidang masing-masing.
“Prestasi Bayu memberikan pesan bahwa mahasiswa Prodi SI UAA tidak harus membatasi diri pada bidang teknologi saja. Mereka dapat mengembangkan berbagai potensi secara bersamaan,” ungkapnya.
Avrillaila juga berharap pencapaian medali perunggu tersebut menjadi langkah awal bagi Bayu untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada kejuaraan berikutnya, termasuk di tingkat nasional maupun internasional.
Ia berpesan agar Bayu terus meningkatkan kemampuan, menjaga semangat berlatih, bersikap rendah hati, serta tetap memperhatikan tanggung jawab akademiknya.
Sementara itu, bagi mahasiswa lainnya, keberhasilan Bayu diharapkan menjadi dorongan untuk mengenali potensi diri dan memanfaatkan berbagai kesempatan selama menjalani pendidikan tinggi.
“Jangan membatasi definisi prestasi hanya pada nilai akademik atau kemampuan menguasai teknologi. Prestasi dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari menghasilkan inovasi digital, mempublikasikan karya ilmiah, memenangkan kompetisi olahraga, berkarya di bidang seni, hingga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” pesannya.
Melalui prestasi tersebut, Bayu telah membawa nama Universitas Alma Ata dalam kompetisi pencak silat tingkat nasional sekaligus menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















![[Siaran Pers] Wamen Nezar Patria: Kolaborasi Startup dan Rumah Sakit Buka Akses Inovasi Kesehatan Digital](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-wamen-nezar-patria-kolaborasi-startup-dan-rumah-sakit-buka-akses-inovasi-kesehatan-digital.png)

