Headline.co.id, Jakarta ~ Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan dramatis Real Madrid atas Barcelona dengan skor 2-1 dalam pertandingan El Clasico pekan ke-10 Liga Spanyol 2026/2027 di Spotify Camp Nou, Senin (26/10/2026) dini hari WIB. Penyerang asal Prancis itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-87 setelah memanfaatkan serangan balik cepat yang dibangun Jude Bellingham, Arda Guler, dan Eduardo Camavinga. Gol tersebut menggagalkan upaya Barcelona yang sebelumnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Raphinha pada menit ke-61. Hasil ini sekaligus membuat Real Madrid memangkas jarak dengan Barcelona di puncak klasemen menjadi tiga poin.
Pertandingan El Clasico FC Barcelona vs Real Madrid berlangsung ketat dengan kedua tim memperlihatkan pendekatan permainan berbeda. Barcelona lebih banyak menguasai bola dan terus menekan pertahanan lawan, sedangkan Madrid mengandalkan organisasi pertahanan serta serangan balik cepat. Strategi tersebut akhirnya memberikan kemenangan bagi tim asuhan Jose Mourinho meskipun sepanjang babak kedua lebih sering menghadapi tekanan dari tuan rumah.
Kemenangan Real Madrid dalam duel El Clasico Barcelona vs Real Madrid juga mengakhiri catatan sempurna Barcelona yang sebelumnya memenangkan sembilan pertandingan Liga Spanyol secara beruntun. Kekalahan di kandang sendiri membuat tim asuhan Hansi Flick gagal memperlebar keunggulan atas Madrid sekaligus membuka kembali persaingan perebutan posisi teratas klasemen.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Gol Menit ke-87 Mbappe Berawal dari Kesalahan Barcelona
Momen paling menentukan dalam pertandingan terjadi ketika waktu normal hanya menyisakan tiga menit.
Barcelona yang sedang berusaha mencari gol kemenangan justru kehilangan penguasaan bola saat membangun serangan.
Kesalahan tersebut langsung dimanfaatkan Real Madrid untuk melancarkan serangan balik cepat melalui Jude Bellingham.
Gelandang asal Inggris itu membawa bola melewati tekanan pemain Barcelona sebelum membangun kerja sama dengan Arda Guler.
Bola kemudian diteruskan kepada Eduardo Camavinga yang bergerak memasuki area pertahanan tuan rumah.
Camavinga menunjukkan pergerakan menentukan dengan menerobos kotak penalti dan melewati penjagaan Pau Cubarsi.
Setelah memperoleh ruang, pemain asal Prancis itu mengirimkan umpan mendatar ke depan gawang Barcelona.
Mbappe yang berada dalam posisi bebas langsung menyambut umpan tersebut dan menceploskan bola ke gawang Joan Garcia.
Gol pada menit ke-87 mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Real Madrid.
Situasi tersebut menjadi pukulan bagi Barcelona yang sebelumnya berusaha memanfaatkan momentum setelah berhasil menyamakan kedudukan.
Gol kedua Mbappe juga memperlihatkan efektivitas Madrid dalam memanfaatkan kesalahan lawan. Hanya melalui satu rangkaian serangan cepat, tim tamu mampu menciptakan peluang yang berujung pada gol kemenangan.
Pergantian Pemain Mourinho Jadi Titik Balik Pertandingan
Keberhasilan Real Madrid mencetak gol pada penghujung pertandingan tidak terlepas dari keputusan Mourinho melakukan perubahan komposisi pemain pada babak kedua.
Ketika pertandingan berjalan memasuki menit ke-80, Mourinho memasukkan Eduardo Camavinga untuk menggantikan Bernardo Silva yang mulai mengalami kelelahan.
Pergantian tersebut memberikan tenaga baru bagi lini tengah Madrid saat Barcelona semakin agresif melakukan tekanan.
Camavinga kemudian memainkan peran penting dalam proses terciptanya gol kedua Mbappe.
Sementara itu, Barcelona juga melakukan sejumlah pergantian untuk meningkatkan daya serang.
Hansi Flick memasukkan Karim Adeyemi menggantikan Anthony Gordon pada menit ke-85. Semenit kemudian, Gabriel Jesus masuk menggantikan Raphinha.
Namun, pergantian tersebut belum menghasilkan dampak yang diharapkan.
Tidak lama setelah masuk lapangan, Gabriel Jesus kehilangan penguasaan bola yang kemudian dimanfaatkan Madrid untuk membangun serangan balik.
Rangkaian serangan tersebut akhirnya menghasilkan gol Mbappe.
Peristiwa itu memperlihatkan bagaimana perubahan situasi dalam waktu singkat dapat menentukan hasil pertandingan, terutama ketika kedua tim berusaha mencari kemenangan pada menit-menit akhir.
Barcelona Sempat Bangkit Melalui Gol Raphinha
Sebelum kebobolan gol penentu, Barcelona sebenarnya memperlihatkan peningkatan permainan pada babak kedua.
Tuan rumah harus mengejar ketertinggalan setelah Mbappe membawa Real Madrid unggul pada menit ke-41.
Gol pembuka tersebut bermula dari serangan Madrid melalui sisi kiri yang dibangun Yan Diomande.
Umpan mendatar Diomande berusaha dihalau Gerard Martin di dalam kotak penalti. Namun, sapuan pemain belakang Barcelona itu justru mengenai Mbappe dan membuat bola masuk ke gawang.
Keunggulan 1-0 Madrid bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Barcelona meningkatkan tekanan dengan mengandalkan penguasaan bola serta pergerakan pemain sayap.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61.
Gol penyeimbang bermula dari situasi sepak pojok pendek yang kemudian diteruskan kepada Pedri.
Pemain tengah Barcelona itu mengirimkan umpan kepada Raphinha yang mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan.
Bola hasil sepakan Raphinha meluncur melewati sela kaki Jude Bellingham sebelum masuk ke gawang yang dijaga Andriy Lunin.
Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat Barcelona kembali memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan.
Setelah gol tersebut, Barcelona semakin meningkatkan intensitas serangan.
Gerard Martin memperoleh peluang melalui sundulan dari jarak dekat, tetapi Lunin berhasil melakukan penyelamatan.
Lamine Yamal juga sempat mengancam melalui tembakan melengkung yang masih melebar dari sasaran.
Peluang lain datang dari Frenkie de Jong yang masuk menggantikan Fermin Lopez pada menit ke-74. Namun, upayanya belum berhasil menghasilkan gol.
Barcelona terus menekan, tetapi tidak mampu memanfaatkan peluang tersebut sebelum Madrid mencetak gol kemenangan.
Andriy Lunin Berperan Penting Menjaga Peluang Madrid
Selain ketajaman Mbappe, penampilan Andriy Lunin menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan Real Madrid mempertahankan peluang meraih kemenangan.
Kiper asal Ukraina itu dipercaya mengawal gawang Madrid setelah Thibaut Courtois tidak dapat tampil karena mengalami flu.
Lunin menghadapi tekanan cukup besar karena Barcelona mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan.
Tim asuhan Flick mencatatkan penguasaan bola mencapai 62 persen dengan 644 operan.
Sebaliknya, Real Madrid hanya menguasai 38 persen bola dengan 385 operan.
Meski demikian, dominasi tersebut tidak membuat Madrid kehilangan organisasi permainan.
Lunin melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk mencegah Barcelona mencetak gol tambahan.
Salah satu penyelamatan krusial terjadi ketika ia menggagalkan sundulan Gerard Martin setelah kedudukan menjadi 1-1.
Madrid juga mampu memanfaatkan ruang yang ditinggalkan pemain Barcelona saat melakukan serangan.
Dengan pendekatan bertahan yang disiplin, tim tamu tetap memiliki kesempatan membangun serangan balik melalui pergerakan Bellingham, Guler, dan Mbappe.
Efektivitas tersebut menjadi pembeda ketika Barcelona tidak mampu mengubah dominasi permainan menjadi kemenangan.
Dua Gol Mbappe Akhiri Rekor Sempurna Barcelona
Dua gol yang dicetak Mbappe bukan hanya memastikan kemenangan Real Madrid, tetapi juga menghentikan catatan sembilan kemenangan beruntun Barcelona pada awal Liga Spanyol musim ini.
Sebelum pertandingan El Clasico, Barcelona belum pernah kehilangan poin dari sembilan pertandingan yang dijalani.
Tim asuhan Flick juga memiliki kesempatan memperlebar keunggulan atas Madrid menjadi sembilan poin apabila berhasil memenangkan pertandingan.
Namun, kekalahan 1-2 membuat situasi klasemen berubah.
Barcelona tetap memimpin dengan koleksi 27 poin dari 10 pertandingan.
Atletico Madrid berada di posisi kedua dengan 25 poin, sedangkan Real Madrid menempati peringkat ketiga dengan 24 poin.
Dengan demikian, Madrid kini hanya tertinggal tiga poin dari Barcelona dan satu poin dari Atletico.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Madrid untuk menjaga persaingan menuju gelar juara Liga Spanyol.
Hasil pertandingan ini juga mengakhiri penantian Madrid untuk kembali meraih kemenangan di Camp Nou setelah terakhir kali mengalahkan Barcelona di stadion tersebut pada 5 April 2023.
Saat itu, Los Blancos mencatatkan kemenangan 4-0 dalam pertandingan leg kedua semifinal Copa del Rey musim 2022/2023.
Bagi Barcelona, kekalahan pertama musim ini menjadi tantangan untuk segera kembali meraih hasil positif.
Sementara itu, Real Madrid mendapatkan dorongan penting setelah berhasil mengalahkan pesaing langsung dalam perebutan gelar.
Pertandingan El Clasico kali ini memperlihatkan bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu menjadi penentu hasil akhir. Ketika Barcelona terlihat memiliki peluang memenangkan pertandingan, satu serangan balik Madrid yang diselesaikan Mbappe pada menit ke-87 justru memastikan tiga poin dibawa pulang tim tamu dari Camp Nou.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















