Headline.co.id, Jakarta ~ Rekor sembilan kemenangan beruntun Barcelona di Liga Spanyol 2026/2027 akhirnya terhenti setelah menelan kekalahan 1-2 dari Real Madrid dalam pertandingan El Clasico di Spotify Camp Nou, Senin (26/10/2026) dini hari WIB. Dua gol Kylian Mbappe pada menit ke-41 dan ke-87 memastikan kemenangan tim tamu, sementara Barcelona hanya mampu membalas melalui Raphinha pada menit ke-61. Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi tim asuhan Hansi Flick setelah sebelumnya selalu menang dalam sembilan pertandingan pembuka kompetisi. Hasil ini membuat keunggulan Barcelona atas Real Madrid di klasemen sementara menyusut menjadi tiga poin.
Barcelona sebenarnya memasuki pertandingan El Clasico FC Barcelona vs Real Madrid dengan kepercayaan diri tinggi. Blaugrana berhasil mengumpulkan 27 poin dari sembilan pertandingan sebelumnya dan berpeluang memperpanjang catatan kemenangan menjadi sepuluh laga secara beruntun. Namun, dominasi permainan yang ditunjukkan sepanjang pertandingan tidak cukup untuk membendung efektivitas serangan balik Madrid.
Sebaliknya, Real Madrid berhasil memanfaatkan pertandingan tersebut untuk memperbaiki posisi dalam persaingan papan atas Liga Spanyol. Tim asuhan Jose Mourinho kini mengumpulkan 24 poin dari sepuluh pertandingan dan menempati peringkat ketiga, di bawah Barcelona serta Atletico Madrid.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Barcelona Gagal Lanjutkan Sembilan Kemenangan Beruntun
Kekalahan dari Real Madrid menjadi akhir dari awal musim yang sempurna bagi Barcelona. Sebelum menghadapi rival abadinya, tim asal Catalonia tersebut berhasil menyapu bersih sembilan pertandingan Liga Spanyol dengan kemenangan.
Catatan tersebut menempatkan Barcelona sebagai pemimpin klasemen sekaligus memberikan keunggulan enam poin atas Real Madrid menjelang pertandingan.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Barcelona memiliki kesempatan memperlebar jarak menjadi sembilan poin apabila mampu mengalahkan Madrid. Namun, hasil pertandingan justru membuat persaingan semakin ketat.
Barcelona kini mengoleksi 27 poin dari sepuluh pertandingan, sementara Madrid mendekat dengan 24 poin. Atletico Madrid berada di antara keduanya dengan koleksi 25 poin.
Situasi tersebut membuat Barcelona tidak lagi memiliki ruang kesalahan sebesar sebelumnya dalam mempertahankan posisi puncak.
Kekalahan ini juga memperlihatkan bahwa konsistensi meraih kemenangan pada awal musim belum menjadi jaminan sebuah tim dapat mendominasi persaingan sepanjang kompetisi.
Dominasi Penguasaan Bola Barcelona Tidak Berbuah Kemenangan
Barcelona sebenarnya menunjukkan permainan menyerang yang cukup dominan dalam pertandingan tersebut.
Tim asuhan Hansi Flick mencatatkan penguasaan bola sebesar 62 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Real Madrid yang hanya menguasai 38 persen.
Barcelona juga melepaskan 17 tembakan, sedangkan Madrid mencatatkan sembilan percobaan. Dari sisi distribusi bola, tuan rumah membukukan 644 operan dibandingkan 385 operan milik tim tamu.
Namun, keunggulan statistik tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas penyelesaian akhir.
Madrid justru mencatatkan nilai expected goals atau xG sebesar 1,98, lebih tinggi dibandingkan Barcelona yang memperoleh 1,26. Statistik tersebut menunjukkan bahwa peluang yang diciptakan Madrid secara keseluruhan memiliki kualitas lebih baik meskipun jumlah tembakannya lebih sedikit.
Barcelona mengandalkan permainan berbasis penguasaan bola dengan menempatkan Rodri dan Pedri sebagai pengatur serangan dari lini tengah.
Sementara itu, Lamine Yamal dan Anthony Gordon berusaha membuka ruang melalui kedua sisi lapangan.
Pendekatan tersebut membuat Madrid lebih banyak bertahan. Akan tetapi, garis pertahanan tinggi Barcelona memberikan kesempatan bagi tim tamu melancarkan serangan balik ketika terjadi kehilangan penguasaan bola.
Madrid memanfaatkan kondisi tersebut melalui pergerakan cepat Yan Diomande, Jude Bellingham, serta Mbappe yang menjadi ujung tombak serangan.
Dua Gol Mbappe Hentikan Rekor Kemenangan Barcelona
Real Madrid membuka keunggulan pada menit ke-41 melalui situasi yang bermula dari serangan di sisi kiri pertahanan Barcelona.
Yan Diomande mengirimkan umpan mendatar menuju kotak penalti. Gerard Martin berusaha menghalau bola, tetapi sapuannya justru mengenai Mbappe sebelum masuk ke gawang Joan Garcia.
Gol tersebut membuat Madrid unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Barcelona meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan.
Upaya tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61 ketika Raphinha berhasil memanfaatkan umpan Pedri dan melepaskan tembakan yang tidak mampu dihentikan Andriy Lunin.
Gol penyeimbang itu sempat membuka peluang Barcelona mempertahankan catatan tanpa kekalahan.
Setelah kedudukan menjadi 1-1, Barcelona terus berusaha mencetak gol kedua. Sejumlah peluang tercipta, termasuk melalui sundulan Gerard Martin dan percobaan Lamine Yamal.
Namun, Madrid mampu bertahan dari tekanan tersebut.
Ketika pertandingan mendekati akhir, Barcelona justru kehilangan penguasaan bola yang berujung pada serangan balik cepat Real Madrid.
Jude Bellingham dan Arda Guler terlibat dalam pembangunan serangan sebelum bola diteruskan kepada Eduardo Camavinga.
Pemain pengganti Madrid tersebut kemudian memasuki kotak penalti, melewati Pau Cubarsi, dan mengirimkan umpan mendatar kepada Mbappe.
Penyerang asal Prancis itu menyelesaikan peluang menjadi gol pada menit ke-87 sekaligus membawa Madrid unggul 2-1.
Barcelona tidak berhasil mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Hasil tersebut memastikan sembilan kemenangan beruntun Blaugrana terhenti di tangan rival abadinya.
Strategi Jose Mourinho Berhasil Redam Permainan Barcelona
Kemenangan Madrid tidak terlepas dari pendekatan taktik Jose Mourinho yang memilih bermain lebih pragmatis menghadapi Barcelona.
Meskipun sama-sama menggunakan formasi dasar 4-2-3-1, Madrid lebih mengutamakan organisasi pertahanan dan kecepatan perpindahan permainan dari bertahan ke menyerang.
Mourinho menempatkan Aurelien Tchouameni dan Bernardo Silva untuk menjaga keseimbangan lini tengah.
Federico Valverde juga dimainkan sebagai bek kanan sebelum digantikan Denzel Dumfries pada menit ke-62.
Sementara itu, Andriy Lunin yang menggantikan Thibaut Courtois mampu menjaga gawang Madrid dengan sejumlah penyelamatan penting.
Salah satu penyelamatan dilakukan Lunin ketika menghadapi sundulan Gerard Martin dari jarak dekat setelah Barcelona menyamakan kedudukan.
Penyesuaian Mourinho pada babak kedua juga memberikan dampak terhadap hasil pertandingan.
Masuknya Eduardo Camavinga pada menit ke-80 menjadi salah satu keputusan penting karena pemain tersebut kemudian memberikan umpan untuk gol kemenangan Mbappe.
Di sisi lain, Flick berusaha mengubah permainan Barcelona melalui pergantian pemain. Frenkie de Jong masuk menggantikan Fermin Lopez, sedangkan Karim Adeyemi dan Gabriel Jesus dimainkan menjelang akhir pertandingan.
Namun, perubahan tersebut belum berhasil memberikan gol tambahan bagi tuan rumah.
Madrid akhirnya mampu mempertahankan keunggulan sekaligus mencatatkan kemenangan kelima secara beruntun di Liga Spanyol.
Kekalahan Pertama Barcelona Buka Persaingan Gelar Liga Spanyol
Berakhirnya rekor kemenangan Barcelona membawa dampak langsung terhadap persaingan menuju gelar juara Liga Spanyol musim 2026/2027.
Barcelona memang masih berada di peringkat pertama dengan 27 poin, tetapi keunggulan mereka atas Atletico Madrid dan Real Madrid semakin tipis.
Atletico menempati peringkat kedua dengan 25 poin, sedangkan Madrid berada di urutan ketiga dengan 24 poin.
Dengan selisih poin yang semakin kecil, perubahan posisi di papan atas masih terbuka pada pertandingan berikutnya.
Bagi Barcelona, kekalahan di Camp Nou menjadi tantangan untuk kembali membangun konsistensi setelah menjalani awal musim tanpa kehilangan poin.
Tim asuhan Hansi Flick perlu memperbaiki efektivitas serangan sekaligus mengantisipasi serangan balik lawan yang terbukti menjadi kelemahan dalam pertandingan menghadapi Madrid.
Sementara itu, Real Madrid memperoleh keuntungan penting karena berhasil memangkas jarak dengan Barcelona melalui kemenangan langsung atas pesaingnya.
Hasil El Clasico tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perebutan gelar Liga Spanyol masih berlangsung terbuka meskipun Barcelona sempat mencatatkan awal musim yang sempurna.
Real Madrid kini memiliki momentum untuk melanjutkan tekanan terhadap Barcelona, sedangkan Blaugrana dituntut segera bangkit agar kekalahan pertama musim ini tidak berlanjut menjadi kehilangan poin pada pertandingan berikutnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















