Headline.co.id, Jakarta ~ Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan 67 persen publik percaya atau sangat percaya Presiden Prabowo Subianto mampu menyelesaikan persoalan mendesak bangsa. Temuan itu berasal dari survei bertajuk “Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih” yang dilakukan pada 12–20 Oktober 2026. Survei tersebut melibatkan 1.200 responden di Indonesia dengan metode multistage random sampling, tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Hasil survei IPO itu memperlihatkan masih kuatnya harapan masyarakat terhadap kemampuan Prabowo dalam menjawab berbagai tantangan nasional. Persoalan yang menjadi perhatian responden mencakup kebutuhan ekonomi rumah tangga, harga bahan pokok, lapangan kerja, penegakan hukum, serta pemberantasan korupsi.
Survei IPO Catat Harga Bahan Pokok Jadi Perhatian Utama
Di berbagai persoalan yang dinilai mendesak, pengendalian harga bahan pokok menempati urutan pertama. Sebanyak 28 persen responden memilih isu tersebut sebagai persoalan yang perlu segera ditangani pemerintah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemberantasan korupsi berada di posisi berikutnya dengan 19,5 persen responden. Sementara itu, penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran dipilih oleh 14,7 persen responden.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan kepada Presiden Prabowo berjalan beriringan dengan harapan publik terhadap hasil kebijakan yang dapat dirasakan secara langsung. Masyarakat tidak hanya menaruh perhatian pada kepemimpinan nasional, tetapi juga pada kemampuan pemerintah mengendalikan kebutuhan pokok dan memperluas kesempatan kerja.
Survei IPO juga menggambarkan kondisi keuangan rumah tangga responden. Sebanyak 58 persen responden menyatakan kondisi keuangan mereka masih terkendala untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Sebaliknya, 42 persen responden menyebut kondisi keuangan mereka cukup atau sangat mencukupi. Data tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan daya beli dan pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi bagian penting dalam penilaian publik terhadap kinerja pemerintah.
Kepercayaan Publik Dihadapkan pada Persoalan Ekonomi
Besarnya tingkat kepercayaan terhadap kemampuan Presiden Prabowo menyelesaikan persoalan mendesak menjadi modal bagi pemerintah. Namun, hasil survei juga menunjukkan adanya tantangan dalam menerjemahkan kepercayaan tersebut ke dalam kebijakan yang berdampak nyata.
Stabilitas harga pangan, penguatan daya beli, serta perluasan lapangan kerja menjadi isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Persoalan-persoalan itu juga tercermin dari pilihan responden terhadap agenda pemerintah yang dianggap paling mendesak.
Dengan demikian, tingkat kepercayaan sebesar 67 persen tidak berdiri sendiri. Angka tersebut disertai ekspektasi agar pemerintah menghadirkan penyelesaian atas masalah yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya berkaitan dengan ekonomi rumah tangga.
Penegakan Hukum Dinilai Masih Buruk
Selain persoalan ekonomi, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi masih menjadi catatan dalam survei IPO. Sebanyak 59 persen responden menilai kondisi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berada dalam kategori buruk atau sangat buruk.
Penilaian itu menunjukkan adanya harapan publik terhadap langkah yang lebih tegas untuk memperkuat integritas dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Isu pemberantasan korupsi juga menempati urutan kedua sebagai persoalan yang dianggap paling mendesak, dengan 19,5 persen responden.
Temuan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan kepercayaan terhadap kemampuan Presiden Prabowo secara umum dan penilaian terhadap kondisi penegakan hukum yang masih negatif. Pemerintah dihadapkan pada tuntutan untuk menjawab kedua hal tersebut melalui kebijakan yang terukur.
Situasi Politik dan Keamanan Dinilai Positif
Pada aspek politik dan keamanan, penilaian responden cenderung lebih positif. Sebanyak 68 persen responden memberikan penilaian baik atau sangat baik terhadap kondisi politik dan keamanan.
Angka itu menunjukkan bahwa situasi politik dan keamanan relatif memperoleh apresiasi dari publik. Namun, penilaian positif tersebut berlangsung bersamaan dengan perhatian terhadap persoalan ekonomi dan hukum yang masih dinilai membutuhkan penanganan.
Secara keseluruhan, survei IPO memperlihatkan mayoritas responden masih percaya pada kemampuan Presiden Prabowo menyelesaikan persoalan mendesak bangsa. Pada saat yang sama, publik menempatkan pengendalian harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, penciptaan lapangan kerja, serta perbaikan penegakan hukum sebagai agenda penting pemerintah.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah disebut sebagai narasumber yang relevan untuk menjelaskan lebih jauh makna hasil survei tersebut. Namun, materi yang tersedia tidak memuat kutipan langsung atau pernyataan lengkap Dedi, sehingga analisis atau pernyataan yang secara khusus diatribusikan kepadanya masih perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















