Headline.co.id, Jakarta ~ Situasi keamanan di Jabodetabek tetap kondusif pada Selasa (20/10/2026) meskipun terdapat 26 agenda aksi unjuk rasa di wilayah hukum ibu kota. Aksi yang melibatkan mahasiswa BEM Universitas Indonesia (BEM UI), aktivis Greenpeace Indonesia, dan elemen masyarakat sipil itu dikawal Polda Metro Jaya bersama TNI dengan mengerahkan 9.505 personel gabungan. Pengamanan dilakukan secara persuasif dan humanis untuk menjaga ketertiban umum, melindungi penyampaian aspirasi, serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Salah satu aksi berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, ketika enam aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Patung Selamat Datang sekitar pukul 06.05 WIB. Mereka membentangkan dua spanduk yang memuat tuntutan terkait penanganan krisis iklim dan penurunan biaya hidup.
Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Monumen
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung memimpin proses negosiasi dengan enam aktivis tersebut. Setelah berada di atas monumen selama kurang lebih enam jam, mereka akhirnya bersedia turun menggunakan tali sling keselamatan dengan pengawalan petugas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Bundaran HI ini merupakan kawasan cagar budaya. Kami mengizinkan ekspresi pendapat di muka umum, namun jangan sampai mencederai keselamatan atau merusak fasilitas,” ujar Reynold di Bundaran HI, Selasa (20/10/2026).
Usai dievakuasi, keenam aktivis dibawa ke Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Kepolisian juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi untuk mendalami bagaimana para aktivis dapat mencapai bagian atas monumen.
Penanganan aksi tersebut menjadi perhatian karena berlangsung di salah satu kawasan ikonik Jakarta dan melibatkan aktivitas di bagian atas Monumen Patung Selamat Datang. Meski demikian, rangkaian aksi unjuk rasa di Jabodetabek dilaporkan berjalan tertib tanpa insiden anarkis.
BEM UI Sampaikan Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan
Aksi lain digelar mahasiswa BEM UI bersama elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar). Mereka menyampaikan evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan nasional di sejumlah titik di Jakarta.
Massa menggelar aksi simbolik di Tugu Proklamasi sekitar pukul 09.00 WIB. Penyampaian aspirasi kemudian dilanjutkan di kawasan Tugu Tani, Menteng, pada pukul 15.00 WIB.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menyampaikan bahwa aksi tersebut membawa lima tuntutan utama. Beberapa isu yang disoroti meliputi stabilitas harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, dan kelestarian lingkungan.
Aksi mahasiswa itu menjadi bagian dari penyampaian evaluasi terhadap kebijakan pemerintah dalam momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pengamanan Diperkuat di Wilayah Penyangga
Pengamanan tidak hanya dilakukan di lokasi aksi di Jakarta, tetapi juga diperkuat di wilayah penyangga. Polresta Tangerang memantau sejumlah gerbang tol dan stasiun kereta api untuk mengantisipasi pergerakan massa menuju lokasi demonstrasi di ibu kota.
Pemantauan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk menjaga ketertiban dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama rangkaian aksi berlangsung. Koordinasi di wilayah penyangga dilakukan bersamaan dengan pengamanan di titik-titik demonstrasi.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan komitmen kepolisian untuk mengawal penyampaian pendapat masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Pengamanan diarahkan agar hak warga dalam menyampaikan aspirasi tetap terlindungi, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Pengaturan Lalu Lintas Dilakukan Situasional
Hingga Selasa sore, pengaturan lalu lintas di Jakarta dilakukan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan. Pengguna jalan diimbau mengikuti arahan petugas serta memantau informasi lalu lintas terkini sebelum melintasi kawasan yang menjadi lokasi demonstrasi.
Pengerahan personel dan pengamanan di sejumlah wilayah tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan kebebasan berpendapat dan kepentingan masyarakat luas. Dengan koordinasi aparat di lokasi aksi dan wilayah penyangga, penyampaian aspirasi diharapkan tetap berlangsung tertib, sementara mobilitas warga tetap terjaga.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















