Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, SIARAN PERS
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta pemerintah daerah mengendalikan sampah selama periode mudik Lebaran Idulfitri 2024. Imbauan itu disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati di Jakarta, Jumat (5/4/2024). KLHK memprediksi 197 juta pemudik berpotensi menghasilkan sekitar 58 ribu ton sampah dalam waktu dua minggu. Pengendalian dilakukan melalui penambahan petugas, pengawasan selama 24 jam, serta penyediaan tempat sampah terpilah di lokasi keramaian, rest area, dan tempat wisata.
Permintaan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Surat Edaran Menteri KLHK Nomor 5 Tahun 2024 tentang pengendalian sampah pada Hari Raya Idulfitri 2024. Pemerintah daerah diminta menjadikan surat edaran itu sebagai perhatian serius selama arus mudik dan libur Lebaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Sudah disampaikan kepada Gubernur, Bupati dan Wali Kota agar mengambil langkah strategis. Oleh karena kami meminta mereka jumlah petugas untuk mengelola sampah khususnya di periode libur lebaran 2024,” ujar Vivien.
Menurut KLHK, perkiraan jumlah sampah yang dihasilkan pemudik membuat pemerintah daerah perlu segera menyiapkan strategi pengelolaan. Langkah itu diperlukan untuk menjaga lingkungan sekaligus mewujudkan program “Mudik Minim Sampah”.
KLHK minta petugas siaga selama arus mudik
Salah satu langkah yang ditekankan KLHK ialah memastikan kesiapsiagaan dan kecukupan petugas di lapangan selama periode Lebaran Idulfitri 2024. Pemerintah daerah diminta melakukan pengawasan terhadap pengelolaan sampah dan memastikan petugas tetap bekerja selama arus mudik.
“Kami betul-betul meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan (terhadap sampah). Kalau boleh jangan libur, petugas (sampah) harus siap siaga pemerintah daerahnya, kepala dinas lingkungan hidupnya, harus siaga 24 jam selama perjalanan arus mudik ini,” kata Vivien.
Selain memastikan jumlah petugas, pemerintah daerah juga diminta mengawasi pengelola fasilitas umum. Pengawasan itu mencakup ketersediaan wadah pembuangan sampah yang terpilah di berbagai lokasi yang menjadi pusat keramaian selama masa mudik.
Vivien menyebut lokasi wisata akan menjadi salah satu tujuan utama masyarakat selama liburan. Karena itu, pengelolaan sampah di tempat wisata juga perlu mendapat perhatian pemerintah daerah dan pengelola setempat.
Rest area dan tempat wisata diminta perkuat pengawasan
KLHK mengingatkan pemerintah daerah, pengelola tempat istirahat atau rest area di sepanjang jalur mudik, serta pengelola tempat wisata mengenai potensi munculnya persoalan sampah baru akibat lonjakan jumlah pemudik.
Peringatan itu disampaikan dengan merujuk pada evaluasi libur Lebaran tahun sebelumnya. Ketika itu, masih ditemukan sampah yang menumpuk di sejumlah lokasi yang dilalui pemudik dengan kendaraan pribadi, terutama di rest area.
“Belajar dari tahun lalu, masih ada yang bolong-bolong, masih ada sampah menumpuk dan kemudian mungkin pengaturan rotasi orang yang bekerja (membersihkan sampah) tidak terlalu sering,” tutur Vivien.
Ia menilai mitigasi perlu dilakukan sejak awal. Sampah yang dibiarkan dalam waktu singkat dapat menumpuk dan menimbulkan kondisi yang tidak nyaman, termasuk munculnya banyak lalat.
“Oleh karena itu jangan lepas dari kontrol Pemda. Pengelola rest area tol itu sering-sering mengawasi dan jangan segan-segan untuk menegur juga kepada para pemudik yang membuang sampah sembarangan,” tegas Vivien.
Program Mudik Minim Sampah menjadi gerakan bersama
Untuk memperkuat koordinasi tata kelola sampah selama periode mudik 2024, KLHK meminta program “Mudik Minim Sampah” menjadi bagian integral dari Program Mudik Nasional. Program tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah.
Vivien mengatakan peningkatan jumlah sampah selama mudik dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya transportasi serta sarana dan prasarana yang digunakan para pemudik. Karena itu, operator transportasi dan pihak terkait lainnya diimbau menyediakan infrastruktur pendukung agar sampah tidak dibuang sembarangan.
Kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, Vivien mengimbau agar merayakan Idulfitri dengan penuh keceriaan tanpa mengabaikan kebersihan lingkungan.
“Kita semua bisa tetap menjaga Indonesia kita tetap bersih. Target kita Indonesia bersih 2025. Jangan sampai kerja yang telah kita lakukan menjadi sia-sia,” ujar Vivien.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
![[SIARAN PERS] KLHK Minta Pemda Kendalikan Sampah Mudik](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-klhk-minta-pemda-kendalikan-sampah-mudik.jpg)













