Headline.co.id, Jakarta ~ – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat pencegahan ekstremisme terhadap anak dan remaja di ruang digital melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT). Upaya ini dibahas dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi FKPT Periode Triwulan Ketiga Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Penguatan dilakukan karena ruang digital, termasuk media sosial dan game online, dinilai berpotensi menjadi sarana penyebaran narasi ekstremisme kepada kelompok usia muda.
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan perubahan pola penyebaran paham ekstremisme menuntut pendekatan pencegahan yang semakin adaptif. Menurut dia, anak dan remaja perlu dilindungi dari paparan negatif, baik di lingkungan fisik maupun ruang digital.
BNPT Soroti Paparan Ekstremisme di Media Sosial
Eddy mengatakan perkembangan terorisme semakin menyasar anak-anak di bawah umur. Mereka dapat terhubung dengan kelompok atau narasi ekstremisme melalui berbagai aktivitas di ruang digital.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Perkembangan terorisme ini semakin masif terhadap anak-anak di bawah umur. Mereka banyak tergabung ke dalam grup-grup di media sosial, ada juga melalui game online,” kata Eddy dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi FKPT Periode Triwulan Ketiga Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Perkembangan teknologi digital sebelumnya telah membuka ruang yang lebih luas bagi anak dan remaja untuk belajar, berinteraksi, serta mendapatkan hiburan. Namun, ruang yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi ekstremisme yang menyasar kelompok usia muda.
Kondisi tersebut menjadi perhatian BNPT dalam memperkuat pencegahan terorisme. FKPT ditempatkan sebagai mitra strategis BNPT di daerah untuk mendukung upaya edukasi dan pencegahan agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat.
Tiga Fokus Intervensi FKPT
Dalam memperkuat pencegahan ekstremisme di lingkungan pendidikan, BNPT mendorong FKPT mengembangkan intervensi melalui tiga aspek. Ketiganya adalah literasi digital, pendidikan karakter, dan kemampuan berpikir kritis atau critical thinking.
Literasi digital diperlukan agar anak dan remaja dapat memahami serta menyikapi informasi yang mereka temui di ruang digital. Pendidikan karakter dan kemampuan berpikir kritis juga diarahkan untuk membangun daya tangkal terhadap konten yang mengandung narasi ekstremisme.
“Fokus intervensi FKPT adalah literasi digital, pendidikan karakter dan critical thinking. Outcome yang diharapkan adalah anak-anak dan remaja mampu mengenali dan menolak konten ekstremisme,” jelas Eddy.
Melalui tiga aspek tersebut, pencegahan diarahkan untuk dilakukan sejak dini, bukan hanya setelah ancaman muncul. Anak dan remaja diharapkan memiliki kemampuan untuk mengenali konten ekstremisme serta menolaknya ketika berhadapan dengan paparan tersebut.
Pencegahan Membutuhkan Peran Bersama
Eddy menilai pencegahan paparan ekstremisme terhadap anak tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Orang tua, guru, satuan pendidikan, komunitas, serta lingkungan sekitar memiliki peran dalam membangun daya tangkal anak.
Keterlibatan berbagai pihak diperlukan karena karakteristik ancaman dan kondisi sosial masyarakat di setiap daerah memiliki dinamika yang berbeda. FKPT yang berada lebih dekat dengan masyarakat diharapkan dapat menjalankan edukasi dan pencegahan secara lebih kontekstual.
Kedekatan tersebut juga dinilai penting untuk menjangkau kelompok yang membutuhkan perhatian, termasuk anak dan remaja. Dengan pendekatan yang sesuai kondisi daerah, penguatan pencegahan diharapkan dapat berlangsung di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
BNPT menegaskan, membangun ketahanan anak terhadap ekstremisme merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan perlu menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Kolaborasi itu diarahkan untuk membangun generasi yang kritis, berkarakter, toleran, dan mampu menggunakan ruang digital secara bijak. Pencegahan terorisme pun diharapkan semakin kuat melalui upaya bersama yang dilakukan sejak dini.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















