Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi Riau kembali membuka rumah oksigen gratis bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan di tengah kabut asap yang masih berlangsung di Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau. Layanan ini tersedia di Ruang Gurindam Kantor Dinas Kesehatan Riau, Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, mulai Kamis (8/10/2026). Rumah oksigen gratis tersebut beroperasi pada hari kerja pukul 08.00–16.00 WIB untuk membantu warga yang membutuhkan pemeriksaan dan dukungan oksigen akibat gangguan pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan pembukaan kembali fasilitas itu dilakukan atas arahan Pelaksana Tugas Gubernur Riau. Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut tanpa dipungut biaya.
“Sesuai dengan arahan bapak Plt Gubernur. Hari ini kembali kita buka rumah oksigen yang berlokasikan di Ruang Gurindam Kantor Dinas Kesehatan Riau, Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru,” kata Zulkifli, Kamis (8/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rumah Oksigen Gratis Layani Warga pada Jam Kerja
Zulkifli menyampaikan, warga yang mengalami gangguan pada sistem pernapasan dapat langsung mendatangi rumah oksigen selama jam pelayanan. Pemeriksaan dan layanan oksigen diberikan secara gratis.
“Kita buka pada jam kerja. Mulai pada pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB. Masyarakat yang merasakan gangguan pada sistem pernafasan, bisa langsung ke rumah oksigen, akan kita layani tanpa pungutan biaya apapun alias gratis,” ujar Zulkifli.
Pejabat Fungsional Tertentu Administrator Kesehatan Madya Dinas Kesehatan Riau, Cinthia Lidyani, mengatakan fasilitas tersebut didukung tenaga medis serta sarana penanganan darurat.
“Di rumah oksigen Diskes Riau di-standby kan 1 dokter umum dan 2 orang perawat. Dan juga menyediakan 1 posko layanan kesehatan yang berada di halaman Kantor Dinas Kesehatan dilengkapi dengan 1 unit ambulan,” kata Cinthia.
Setiap warga yang datang akan menjalani pemeriksaan fisik. Petugas juga dapat memberikan obat dan vitamin sesuai indikasi medis. Sementara itu, pasien dengan kondisi berat atau yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit.
“Untuk masyarakat yang berkunjung ke posko layanan, ataupun membutuhkan oksigen akan kita lakukan pemeriksaan fisik dan diberikan obat. Untuk kasus berat dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, akan kita rujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Kasus ISPA dan Bronkitis Disebut Meningkat
Pembukaan kembali rumah oksigen dilakukan ketika kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau. Sebelumnya, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Riau menyoroti peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan bronkitis.
Peningkatan itu terjadi pada kasus rawat jalan maupun rawat inap selama Agustus dan September dibandingkan Mei, Juni, dan Juli.
Sekretaris PDPI Provinsi Riau Indra Yovi mengatakan dampak paparan asap dalam waktu lama dapat semakin berat seiring meningkatnya konsentrasi partikulat halus PM2.5. Kondisi tersebut terutama berisiko bagi kelompok rentan dan masyarakat yang memiliki penyakit paru.
“Paparan asap yang terjadi dalam waktu yang lama akan mengakibatkan mudahnya terjadi serangan atau eksaserbasi pada orang-orang yang menderita asma, bronkiektasis dan PPOK. Pada orang-orang yang sedang ataupun pernah menderita TB maupun penyakit infeksi kronis lain juga akan mengakibatkan mudah terjadinya infeksi baru dan penurunan fungsi paru. Pasien asma dan PPOK juga bisa mengalami serangan yang mengancam jiwa yang ditandai dengan gagal napas,” kata Indra.
Kelompok yang dinilai lebih rentan meliputi bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan penyakit paru dan saluran pernapasan. Penyakit yang disebut lain asma, tuberkulosis (TB), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkiektasis, kanker paru, sinusitis, dan rinitis.
PDPI Minta Rumah atau Tenda Oksigen Dipetakan
Indra sebelumnya mendorong pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota di Riau memetakan kebutuhan rumah atau tenda oksigen bagi masyarakat yang memerlukan bantuan pernapasan.
“Pemda di Riau sebaiknya sudah mulai melakukan pemetaan untuk mempersiapkan Rumah Oksigen/Tenda Oksigen yang nantinya bisa diperuntukkan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen,” tuturnya.
Selain penyediaan fasilitas oksigen, PDPI Riau meminta distribusi masker dan edukasi penggunaannya diperkuat. Kegiatan di luar ruangan juga diminta dibatasi ketika kualitas udara membahayakan kesehatan.
Evaluasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah dinilai perlu dilakukan selama kualitas udara belum membaik. Masyarakat, terutama kelompok rentan, disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah.
Olahraga di luar ruangan, seperti bersepeda dan joging, juga disarankan ditunda selama kondisi udara masih buruk. PDPI Riau merekomendasikan masker N95 untuk membantu menyaring partikel halus. Jika masker N95 sulit diperoleh, masyarakat dapat menggunakan masker bedah.
“Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup. Serta makan makanan yang sehat dan bergizi,” ujar Indra.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















