Headline.co.id, Jakarta ~ Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) meraih nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sempurna 100 pada Semester I Tahun 2026. Capaian tersebut menempatkan Itjen Kemenag sebagai Satuan Kerja Terbaik I dalam kategori pagu anggaran Rp50 miliar sampai dengan Rp150 miliar. Penghargaan itu diberikan atas kualitas pelaksanaan anggaran yang mencakup ketepatan, kedisiplinan, efisiensi, dan akuntabilitas. Inspektur Jenderal Kemenag Khairunas menyampaikan apresiasi tersebut di Jakarta pada Jumat (25/9/2026).
Nilai IKPA 100 menunjukkan kinerja pelaksanaan anggaran Itjen Kemenag dalam menjalankan pengelolaan anggaran secara tertib dan akuntabel. Capaian itu juga dinilai berkaitan dengan upaya memperkuat tata kelola internal di lingkungan Kementerian Agama.
Khairunas mengatakan, hasil tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh jajaran Itjen Kemenag, khususnya para pengelola anggaran. Ia menyebut kedisiplinan, kolaborasi, dan komitmen menjadi faktor penting dalam pencapaian nilai sempurna tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Capaian sebagai Satuan Kerja Terbaik I Nilai IKPA dengan nilai 100 ini merupakan wujud nyata komitmen Inspektorat Jenderal Kemenag RI dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berintegritas,” ujar Khairunas.
IKPA 100 dan mandat pengawasan internal
Menurut Khairunas, capaian IKPA 100 memiliki arti penting bagi Itjen Kemenag karena lembaga tersebut menjalankan mandat sebagai aparat pengawasan internal pemerintah (APIP). Pelaksanaan fungsi pengawasan, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola yang baik di lingkungan internal.
Ia menegaskan, Itjen Kemenag tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga harus mampu menjadi contoh dalam pelaksanaan anggaran. Ketepatan dan efisiensi pengelolaan anggaran dinilai penting agar sumber daya negara dapat mendukung program Kementerian Agama dan berdampak bagi masyarakat.
“Sebagai aparat pengawasan internal, kita membuktikan bahwa Itjen Kemenag tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga menjadi contoh atau role model dalam efisiensi dan ketepatan pengelolaan anggaran yang berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan keterkaitan kualitas pengelolaan anggaran dan pelaksanaan tugas pengawasan internal. Dengan pengelolaan yang tertib, fungsi pengawasan diharapkan dapat berjalan sesuai mandat yang diberikan kepada Itjen Kemenag.
Hasil kerja bersama seluruh jajaran
Khairunas menilai predikat Satuan Kerja Terbaik I dan nilai IKPA 100 merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Itjen Kemenag. Karena itu, ia mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian pada Semester I Tahun 2026.
Ia berharap capaian itu menjadi momentum untuk menjaga konsistensi kinerja dan mempertahankan kualitas pengelolaan anggaran secara berkelanjutan. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh tim yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim. Mari kita jadikan capaian ini sebagai pelecut semangat untuk terus menjaga konsistensi dan kinerja terbaik secara berkelanjutan,” tuturnya.
Menurut Khairunas, keberhasilan meraih nilai sempurna perlu diteruskan melalui kinerja yang konsisten. Ia menekankan bahwa nilai tersebut bukan semata-mata angka dalam penilaian, melainkan bagian dari kebiasaan kerja di lingkungan Itjen Kemenag.
Nilai sempurna sebagai budaya kerja
Khairunas menegaskan, nilai IKPA 100 seharusnya dimaknai sebagai cerminan budaya kerja, bukan hanya capaian yang membanggakan. Dengan demikian, kualitas pengelolaan anggaran perlu dipertahankan dalam pelaksanaan tugas berikutnya.
“Hasil yang kita dapatkan ini bukan hanya untuk menjadi kebanggaan, tetapi memang ini yang seharusnya kita lakukan. Ini menjadi budaya kerja bagi Itjen,” tegasnya.
Perolehan IKPA 100 menjadi bagian dari upaya Itjen Kemenag menjaga tata kelola internal yang tertib dan akuntabel. Pengelolaan anggaran yang baik diharapkan mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan serta memastikan sumber daya negara digunakan secara efektif untuk mendukung program Kementerian Agama.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















