Headline.co.id, Jogja ~ Perayaan Dies Natalis ke-75 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta akan menjadi momentum pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni UIN Sunan Kalijaga (IKASUKA) masa bakti 2026-2030. Pengukuhan tersebut akan berlangsung pada puncak perayaan Dies Natalis UIN Sunan Kalijaga, 26 September 2026. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat konsolidasi alumni dan mendorong kontribusi IKASUKA bagi almamater, masyarakat, bangsa, dan negara melalui rangkaian agenda akademik, sosial, serta organisasi.
Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus IKASUKA, Idy Muzayyad, mengatakan pengukuhan kepengurusan baru tidak hanya berkaitan dengan pergantian struktur organisasi. Menurut dia, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan potensi alumni agar dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata.
“Pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat kembali ikatan kekeluargaan alumni, mengonsolidasikan potensi alumni, dan menghadirkan kontribusi yang lebih nyata bagi almamater, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Idy, yang juga komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
IKASUKA Disiapkan sebagai Rumah Besar Alumni
Idy menyampaikan, kepengurusan IKASUKA masa bakti 2026-2030 diharapkan mampu mengembangkan organisasi sebagai rumah besar bagi seluruh alumni UIN Sunan Kalijaga. Organisasi tersebut dinilai perlu dibangun tidak hanya melalui struktur, tetapi juga melalui program kerja, kolaborasi, dan karya nyata.
“IKASUKA harus menjadi rumah besar bagi seluruh alumni UIN Sunan Kalijaga. Rumah besar itu tidak cukup hanya dibangun dengan struktur organisasi, tetapi harus dihidupkan melalui program kerja, kolaborasi, dan karya nyata. Karena itu, Rakernas ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah agar potensi alumni dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan yang memberikan manfaat bagi almamater dan masyarakat luas,” paparnya.
Perayaan Dies Natalis UIN Sunan Kalijaga tahun ini mengusung tajuk “Dari UIN Jogja untuk Indonesia: Merajut Sinergi Untuk Masa Depan Indonesia”. Sejumlah kegiatan turut digelar dalam rangkaian acara tersebut, lain jalan santai, sarasehan, Pameran Foto Tempoe Doeloe, pemberian beasiswa dan bakti sosial, serta soft launching buku Ensiklopedia Alumni UIN Suka.
Rangkaian kegiatan itu juga mencakup rapat kerja dan pengukuhan pengurus IKASUKA. Agenda tersebut mempertemukan alumni dengan almamater dalam kegiatan yang memadukan aspek kebersamaan, kontribusi sosial, dan perumusan langkah organisasi.
Rektor Tekankan Hubungan Produktif Kampus dan Alumni
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, mengapresiasi rangkaian kegiatan yang diselenggarakan IKASUKA. Ia menyebut alumni sebagai salah satu kekuatan strategis perguruan tinggi untuk memperluas manfaat pendidikan dan keilmuan kepada masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IKASUKA yang akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan ini dengan sangat lengkap. Ada jalan sehat, kegiatan sosial, pameran, rapat kerja, sarasehan, pengukuhan, hingga soft launching ensiklopedia alumni UIN Suka. Seluruh rangkaian ini menunjukkan bahwa alumni berkumpul di almamater untuk bernostalgia dan membangun gagasan dan merancang kontribusi bagi masa depan,” kata Noorhaidi.
Menurut Noorhaidi, hubungan universitas dan alumni perlu dikembangkan sebagai relasi yang produktif dan saling menguatkan. Kampus memiliki ruang akademik dan pengetahuan, sedangkan alumni membawa pengalaman, jejaring, serta praktik nyata di tengah masyarakat.
“UIN Sunan Kalijaga membutuhkan alumni, dan alumni juga membutuhkan almamater. Karena itu, hubungan keduanya perlu kita bangun sebagai hubungan yang produktif. Kampus menyediakan ruang akademik dan pengetahuan, sementara alumni menghadirkan pengalaman, jejaring, dan praktik nyata di tengah masyarakat. Pertemuan keduanya akan menghasilkan energi yang besar bagi kemajuan bersama,” sambut Rektor.
Enam Ranah Kontribusi Alumni
Noorhaidi juga mengapresiasi tema sarasehan “Dari UIN Jogja untuk Indonesia: Merajut Sinergi Untuk Masa Depan Indonesia”. Tema tersebut dinilai merepresentasikan upaya mempertemukan pengalaman alumni dengan kebutuhan bangsa.
Ia menyatakan, grand theme itu dibangun melalui enam ranah kontribusi alumni yang menggambarkan luasnya ruang pengabdian lulusan UIN Sunan Kalijaga. Keenam ranah tersebut adalah “Intelektualisme Progresif,” “Politik Berdampak,” “Kebudayaan Bermartabat,” “Birokrasi Berintegritas,” “Ekonomi Mensejahterakan,” dan “Agama Membebaskan.”
“Enam tema tersebut menjadi kerangka konseptual untuk melihat kiprah alumni bukan semata-mata dari posisi atau profesi yang mereka jalankan, melainkan dari gagasan, nilai, karya, dan dampak yang dihadirkan di tengah Masyarakat,” pungkasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















