Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, Jakarta (Kemenag) — Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) membahas penguatan kerja sama untuk memelihara kerukunan umat beragama di Indonesia. Pembahasan itu berlangsung saat Kepala PKUB Muhammad Adib Abdushomad mengunjungi kantor pusat KWI di Jakarta, Senin (21/9/2026). Salah satu agenda yang dibahas ialah pengembangan early warning system (EWS) atau Si-Rukun untuk mendeteksi dan memitigasi potensi konflik sosial berdimensi keagamaan. Kerja sama tersebut juga mencakup pelaksanaan International Symposium for Peace, Integrity, and Responsive on Echo-Theology (INSPIRE) 2026, sinergi kepemudaan, serta pengembangan ekoteologi lintas agama.
Kunjungan Muhammad Adib Abdushomad diterima Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAAK) KWI, Romo Dr. Aloysius Budi Purnomo, bersama Edi selaku perwakilan KWI. Sejumlah pejabat fungsional PKUB, yakni Ali Fakhrudin, Adimin Diens, dan Hery Susanto, turut hadir dalam pertemuan tersebut.
PKUB Dorong Penguatan EWS
Dalam pertemuan itu, Adib memaparkan sejumlah program strategis PKUB untuk memperkuat kerukunan umat beragama. Salah satu program yang disoroti ialah EWS, yang dirancang sebagai instrumen deteksi dini dan mitigasi konflik sosial yang berdimensi keagamaan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Adib, dinamika pelaporan yang kerap muncul berkaitan dengan persoalan pendirian rumah ibadat. Karena itu, pengembangan EWS dinilai penting untuk mendukung upaya mendeteksi potensi persoalan dan mendorong mitigasi konflik sejak dini.
PKUB juga menawarkan KWI sebagai mitra kolaborator dalam pelaksanaan INSPIRE. Program tersebut menjadi bagian dari upaya PKUB memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak di tengah penajaman program dan efisiensi anggaran.
“Di tengah penajaman program dan efisiensi anggaran, PKUB terus mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui pengembangan Early Warning System (EWS/Si-Rukun) dan International Symposium for Peace, Integrity, and Responsive on Echo-Theology (INSPIRE),” ujar Adib di Jakarta, Senin (21/9/2026).
KWI Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi
Romo Aloysius Budi Purnomo menyambut baik inisiatif kolaborasi yang ditawarkan PKUB. Ia menyampaikan, KWI memiliki semangat “Peradaban Kasih” yang dikembangkan oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan di 38 keuskupan.
Melalui semangat tersebut, KWI menyatakan komitmennya untuk berjalan bersama seluruh pihak tanpa diskriminasi. Komitmen itu dijalankan dengan berpijak pada nilai-nilai Pancasila.
“Melalui semangat Peradaban Kasih yang dikembangkan oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan di 38 keuskupan, KWI berkomitmen untuk berjalan bersama seluruh pihak tanpa diskriminasi, dengan berpijak pada nilai-nilai Pancasila,” ujar Romo.
Bahas Polarisasi Digital dan Pelibatan Generasi Muda
Selain EWS dan INSPIRE, pertemuan PKUB dan KWI membahas pentingnya dialog kehidupan dalam memelihara kerukunan umat beragama. Kedua pihak juga menyoroti perlunya mitigasi ego sektoral yang dapat menghambat kerja sama dalam isu-isu kerukunan.
Tantangan polarisasi digital turut menjadi perhatian dalam pembahasan. Persoalan tersebut dibicarakan bersama dengan pentingnya pelibatan generasi muda dalam upaya merawat kedamaian dan kebersamaan umat beragama di Indonesia.
Kedua pihak sepakat menindaklanjuti peluang kerja sama dalam INSPIRE 2026. Tindak lanjut lainnya meliputi penguatan jaringan EWS, sinergi kepemudaan, dan pengembangan ekoteologi lintas agama.
Kerja sama PKUB dan KWI itu diarahkan untuk memperkuat komunikasi serta kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan kerukunan. Melalui sejumlah agenda tersebut, kedua pihak berupaya menjaga kedamaian dan kebersamaan umat beragama di Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















