Headline.co.id ~ Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menegaskan komitmen Indonesia membangun ketahanan global yang ditopang kekuatan nasional dan kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi di sela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) Ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026). Dalam agenda tersebut, Indonesia akan menyuarakan pandangan mengenai perdamaian dan keamanan internasional, isu Palestina, penguatan multilateralisme, reformasi PBB, serta peran Global South. Rangkaian pertemuan di New York juga dimanfaatkan untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030.
Ketahanan global jadi pesan utama Indonesia
Sugiono mengatakan situasi dunia yang tidak menentu membutuhkan ketahanan global yang dibangun dari kekuatan nasional dan kawasan. Pesan tersebut akan menjadi bagian utama dalam pernyataan nasional Indonesia pada SMU Ke-81 PBB.
“National statement Indonesia akan membawa pesan utama tentang pentingnya membangun ketahanan global yang ditopang oleh ketahanan nasional dan kawasan yang kuat tentu saja,” ujar Sugiono.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Sugiono, dinamika global yang berlangsung di berbagai sektor turut memengaruhi arah diplomasi Indonesia. Karena itu, diplomasi Indonesia akan terus diarahkan pada penguatan perdamaian, penyelesaian konflik, serta reformasi tata kelola dunia.
“Saya juga akan menyampaikan pandangan Indonesia mengenai perdamaian dan keamanan internasional, mengenai isu Palestina, kemudian penguatan sistem multilateralisme, reformasi PBB, serta penguatan peran Global South,” kata Sugiono.
Indonesia bahas isu Palestina dan reformasi PBB
Isu Palestina menjadi salah satu topik yang akan disampaikan Indonesia dalam forum SMU PBB. Selain itu, Indonesia juga membawa agenda penguatan sistem multilateralisme dan reformasi PBB sebagai bagian dari pandangan diplomatiknya di tengah dinamika internasional.
Sugiono juga menghadiri forum pembahasan solusi dua negara Israel-Palestina bertajuk “The Road Ahead: One Year After the New York Declaration”. Forum tersebut menjadi salah satu agenda yang diikuti Menteri Luar Negeri RI selama berada di New York.
Penyampaian pandangan mengenai perdamaian dan keamanan internasional dilakukan bersamaan dengan upaya Indonesia memperkuat peran Global South. Namun, bahan yang disampaikan tidak merinci bentuk atau hasil pembahasan lebih lanjut dalam forum tersebut.
Galang dukungan untuk Dewan Keamanan PBB
Di luar penyampaian pesan strategis nasional, kunjungan diplomatik Sugiono di New York juga diarahkan untuk memperkuat posisi geopolitik Indonesia di tingkat internasional. Salah satu fokusnya adalah menggalang dukungan politik jangka panjang dari negara-negara sahabat.
“Saya juga menggunakan berbagai pertemuan tersebut untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030,” ungkap Sugiono.
Upaya itu dilakukan di sela-sela berbagai pertemuan tingkat tinggi selama dua hari pelaksanaan SMU PBB. Agenda tersebut menjadi ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan kepentingan diplomatik sekaligus membangun dukungan terhadap pencalonan pada periode 2029-2030.
Hadiri sejumlah pertemuan tingkat tinggi
Dalam rangkaian agenda di New York, Sugiono menghadiri forum Group of 8 Arab and Islamic Countries. Ia juga mengikuti pertemuan para menteri luar negeri MIKTA yang terdiri atas Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.
Selain itu, Sugiono menghadiri pertemuan tingkat menteri ASEAN–Pacific Alliance. Ia juga menggelar pertemuan trilateral bersama Belanda dan UN Under-Secretary-General Jean-Pierre Lacroix.
Agenda diplomasi tersebut dilanjutkan dengan sejumlah pertemuan bilateral bersama delegasi Brunei Darussalam, Kirgistan, Mongolia, Kanada, Kolombia, Uni Eropa, dan Romania.
Rangkaian pertemuan itu berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan SMU Ke-81 PBB di New York. Melalui agenda tersebut, Indonesia menyampaikan fokus diplomasi pada ketahanan global, perdamaian, penyelesaian konflik, isu Palestina, multilateralisme, reformasi PBB, serta penguatan peran Global South.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















