Headline.co.id ~ Rehabilitasi 4.922 sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian. Apresiasi itu disampaikan dalam konferensi pers progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Ruang Rapat Posko Satgas PRR, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Program tersebut dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggunakan anggaran reguler kurang lebih Rp5 triliun untuk memulihkan sarana pendidikan yang terdampak bencana. Tito menyatakan, seluruh aktivitas belajar di wilayah terdampak kini telah berjalan kembali.
Konferensi pers itu turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Dalam kesempatan tersebut, Tito menegaskan rehabilitasi sekolah berpengaruh langsung terhadap pemenuhan hak pendidikan anak-anak di daerah terdampak bencana.
Rehabilitasi 4.922 Sekolah Gunakan Anggaran Reguler
Tito mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang menggunakan anggaran reguler untuk memperbaiki dan merehabilitasi sekolah-sekolah terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatra. Menurut dia, dukungan anggaran itu menjadi bagian penting dalam pemulihan pascabencana, khususnya agar kegiatan pendidikan dapat kembali berlangsung.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Saya apresiasi Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti yang telah menggunakan anggaran reguler kurang lebih Rp5 triliun untuk rehab dan rekon sekolah di wilayah terdampak bencana Sumatra,” ujar Tito.
Rehabilitasi tersebut mencakup 4.922 sekolah yang berada di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Perbaikan sarana pendidikan menjadi salah satu fokus pemulihan setelah bencana melanda wilayah-wilayah tersebut.
Tito memastikan sarana pendidikan yang telah diperbaiki dapat kembali digunakan tanpa menghambat proses belajar mengajar. Ia menyebut pemulihan kegiatan pendidikan di wilayah terdampak telah mencapai 100 persen.
“Saat ini 100 persen aktivitas belajar di wilayah yang terdampak bencana sudah berjalan,” tegasnya.
97 Titik Sekolah Direlokasi karena Rawan Banjir
Selain memperbaiki bangunan sekolah yang rusak, Satgas PRR bersama kementerian terkait menyiapkan langkah antisipatif untuk melindungi fasilitas pendidikan dari ancaman bencana berikutnya. Langkah itu dilakukan setelah terdapat banjir susulan di sejumlah wilayah pada tiga provinsi terdampak.
Tito menyebut wilayah yang mengalami banjir susulan lain Aceh Tenggara, Pidie Jaya, dan Solok. Kondisi tersebut mendorong pemerintah melakukan relokasi terhadap sekolah-sekolah yang berada di lokasi rawan banjir.
“Ada banjir susulan di tiga provinsi terdampak bencana seperti di Aceh Tenggara, Pidie Jaya, dan Solok. Oleh karena itu, terdapat 97 titik sekolah di wilayah terdampak bencana yang direlokasi karena berada di area rawan banjir,” kata Tito.
Relokasi itu menjadi bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi yang tidak hanya berfokus pada pemulihan bangunan, tetapi juga mempertimbangkan keamanan lokasi sekolah. Dengan demikian, fasilitas pendidikan yang terdampak dapat digunakan kembali sekaligus diupayakan agar tidak berada di area yang menghadapi ancaman banjir.
Tito Minta Anggaran Pemulihan Segera Direalisasikan
Sebelum menyampaikan apresiasi atas rehabilitasi sekolah, Tito telah meminta seluruh penanggung jawab kementerian dan lembaga untuk mempercepat realisasi anggaran pemulihan bencana Sumatra. Permintaan tersebut disampaikan karena waktu pelaksanaan program pada tahun ini terbatas.
Imbauan itu disampaikan Tito dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera melalui keterangan resmi setelah rapat mengenai progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Ruang Rapat Posko Satgas PRR, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Tito menyatakan sebagian besar kementerian dan lembaga utama telah memperoleh persetujuan anggaran serta mulai menjalankan program pemulihan di lapangan. Percepatan pelaksanaan anggaran menjadi bagian dari koordinasi pemerintah untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan sesuai kebutuhan wilayah terdampak.
Untuk sektor pendidikan, Kemendikdasmen telah merehabilitasi ribuan sekolah dan mengalokasikan anggaran reguler kurang lebih Rp5 triliun. Pemerintah juga merelokasi 97 titik sekolah yang dinilai berada di area rawan banjir, sementara kegiatan belajar di wilayah terdampak dinyatakan telah kembali berjalan sepenuhnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















