Headline.co.id, Medan ~ Peringatan 21 tahun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi momentum untuk memperkuat literasi keuangan generasi muda. LPS mendorong anak muda tidak hanya memahami pengelolaan keuangan, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan untuk menciptakan peluang ekonomi. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan Jimmy Ardianto di Medan, Sumatra Utara, Selasa (22/9/2026).
Menurut Jimmy, literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas dan semangat kewirausahaan. Upaya tersebut dinilai penting karena generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak aktivitas ekonomi pada masa mendatang.
Literasi Keuangan Perlu Diikuti Kreativitas
Jimmy mengatakan pemahaman mengenai keuangan dapat membantu generasi muda mengambil keputusan finansial secara lebih bijak. Namun, pengetahuan tersebut perlu dilengkapi kemampuan untuk melihat peluang, mengembangkan ide, dan menghasilkan aktivitas yang bernilai ekonomi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Generasi muda tidak hanya membutuhkan edukasi keuangan, tetapi juga perlu dibekali kreativitas yang mampu membuka peluang usaha serta memicu jiwa kewirausahaan,” ujar Jimmy di Medan, Sumatra Utara, Selasa (22/9/2026).
Dalam peringatan HUT ke-21 tersebut, LPS mengusung tagline “Menjaga Kepercayaan, Mengawal Masa Depan”. Tagline itu sejalan dengan upaya LPS memberikan literasi keuangan dan meningkatkan jiwa wirausaha generasi muda demi masa depan Indonesia.
Pendekatan tersebut dinilai relevan seiring perubahan pola ekonomi dan perkembangan berbagai model usaha. Generasi muda tidak hanya diharapkan menjadi pengguna produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan produktif serta pengembangan usaha.
Peran LPS Menjaga Kepercayaan Masyarakat
HUT ke-21 LPS juga menandai perjalanan lembaga tersebut sejak resmi beroperasi pada 2005. Selama lebih dari dua dekade, LPS menjalankan mandat memberikan penjaminan simpanan nasabah dan berkontribusi menjaga stabilitas sistem perbankan.
Peran tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan. Perlindungan terhadap simpanan nasabah memberikan kepastian sesuai ketentuan penjaminan yang berlaku, sehingga masyarakat dapat menempatkan dananya di bank dengan rasa aman.
Seiring perkembangan industri keuangan, LPS terus melakukan penguatan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Inovasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan menjadi bagian dari perjalanan LPS agar tetap responsif terhadap perubahan lingkungan sektor keuangan.
Literasi Keuangan untuk Masa Depan
Memasuki usia 21 tahun, LPS membawa semangat untuk terus memperkuat kepercayaan publik dan berkontribusi terhadap terjaganya stabilitas sistem keuangan nasional. Bagi LPS, pembangunan ekosistem keuangan yang kuat tidak hanya berkaitan dengan stabilitas dan perlindungan nasabah.
Ekosistem tersebut juga mencakup upaya mendorong masyarakat agar semakin memahami cara mengelola keuangan dan memanfaatkannya secara produktif. Karena itu, penguatan literasi keuangan generasi muda menjadi salah satu bagian penting dari kontribusi LPS.
Pengetahuan finansial yang disertai kreativitas dan jiwa kewirausahaan diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih siap menghadapi perubahan. Bekal tersebut juga diharapkan mendorong generasi muda menciptakan peluang baru di tengah perkembangan ekonomi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















