Headline.co.id, Jakarta ~ Partisipasi 48 negara dalam The 5th Summit of Halal 20 (H20) 2026 memperkuat posisi forum tersebut sebagai ruang kolaborasi internasional untuk mengembangkan ekosistem halal. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menyampaikan hal itu di Jakarta pada Minggu (20/9/2026). Menurut Haikal, luasnya keterlibatan negara membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama sekaligus meningkatkan kontribusi dalam ekosistem halal global.
H20 2026 diikuti ratusan peserta dari 48 negara dan sekitar 450 undangan. Forum itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, para menteri, Wakil Perdana Menteri Malaysia, serta para duta besar negara sahabat.
H20 2026 Perluas Kolaborasi Antarnegara
Haikal mengatakan penyelenggaraan H20 2026 merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari negara peserta hingga pemangku kepentingan halal dari sejumlah negara. Antusiasme peserta, menurut dia, menjadi salah satu faktor yang memperkuat pelaksanaan forum tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Acara ini terselenggara karena kerja sama semua. Dan juga acara ini terselenggara karena antusias 48 negara yang hadir dan 450 undangan yang hadir, beserta dengan Pak Menko PMK, para menteri, begitu juga Wakil Perdana Menteri Malaysia, para duta besar negara sahabat, dan semua pihak yang membuat acara ini menjadi semakin berhasil,” ujar Haikal.
Ia menilai meningkatnya partisipasi internasional menunjukkan perkembangan H20 sebagai forum yang mempertemukan negara, lembaga halal, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan tersebut diarahkan untuk membangun konektivitas sektor halal lintas negara.
“Acara ini semakin mendunia insyaallah,” kata Haikal.
Kerja Sama Halal Dukung Rantai Nilai Global
Perkembangan H20 dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang jaminan produk halal dan ekonomi halal. Bentuk kolaborasi yang dibahas mencakup peningkatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, pengembangan standar, serta penguatan hubungan antarlembaga halal dari berbagai negara.
Bagi Indonesia, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi dalam rantai nilai halal global. Upaya itu meliputi penguatan sistem jaminan produk halal, pengembangan industri halal, dan peningkatan akses produk halal Indonesia ke pasar internasional.
Haikal menyampaikan, perkembangan H20 sejalan dengan visi Indonesia untuk membangun ekosistem halal yang memberikan manfaat lebih luas. Ekosistem tersebut diharapkan tidak hanya mendukung masyarakat Indonesia, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dunia.
“Dan pada waktunya, terwujudlah cita-cita harapan kita, harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa halal Indonesia untuk masyarakat dunia, dan Indonesia menjadi pusat halal dunia,” pungkasnya.
BPJPH Dorong Konektivitas Ekosistem Halal
BPJPH memandang H20 sebagai instrumen diplomasi dan kolaborasi sektor halal. Forum itu mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu ruang, termasuk lembaga halal dan pemangku kepentingan dari sejumlah negara.
Pertemuan tersebut membuka peluang pertukaran pengalaman mengenai tata kelola jaminan produk halal di masing-masing negara. Konektivitas antarlembaga dinilai relevan dengan perkembangan perdagangan produk halal dunia yang membutuhkan sistem, standar, dan mekanisme kerja sama yang dapat dipahami serta diterapkan oleh pelaku usaha dan otoritas terkait.
Seiring meluasnya partisipasi negara, BPJPH mendorong H20 terus berkembang sebagai ruang pertukaran pengetahuan dan penguatan kerja sama internasional. Penguatan kolaborasi itu diarahkan untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam pengembangan ekosistem halal global.
Selain itu, kerja sama internasional diharapkan memperkuat hubungan industri halal nasional dengan pasar dan pemangku kepentingan dari berbagai negara. Penguatan kapasitas lembaga, sumber daya manusia, standar, layanan sertifikasi, dan jejaring internasional menjadi bagian penting dalam membangun sistem halal yang dapat mendukung perdagangan serta ekonomi halal lintas negara.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















